Kasus Pembunuhan di Oepura makin Terkuak saat Adegan Rekonstruksi

Kapolsek Maulafa AKP Jery Puling bersama anggotanya dan tersangka saat sesi rekonstruksi di rumah tersangka, Jumat (2/7).

Yapi Manuleus 

Kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Rt 04/Rw 04 Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT, pada (14/6) lalu, yang dilakukan Hendrik Gie (30) kepada Istrinya sendiri yang berinisial IFR, mulai terkuak saat sesi adegan Rekonstruksi yang dilakukan pihak Kepolisian Sektor Maulafa, Jumat (2/7).

Pelaku Hendrik Gie yang sebelumnya tidak mau mengakui telah membunuh IFR, tak bisa mengelak saat rekonstruksi dilakukan.

Kapolsek Maulafa AKP Jery Puling yang diwawancarai VN di Mapolsek Maulafa pada Jumat (2/7) sore, sehabis rekonstruksi tersebut mengatakan, tersangka Hendrik Gie menjadi bingung saat diminta untuk melakukan adegan pertama kali ia melihat istrinya tewas dengan posisi gantung diri di kamar mandi saat itu.

Sehingga, di poin itulah secara tidak langsung sudah memberikan gambaran bahwa kata ‘bunuh diri’ yang berasal dari tersangka terpatahkan.

“Reka ulang tadi dimana dia mempraktikkan kembali keterangannya bahwa saat dia masuk kamar posisi istrinya tergeletak dengan kaki di ujung pintu, kepala di dalam kamar mandi dengan posisi tali yang terikat kencang di leher. Nah saat ketika dia peragakan itu talinya tidak sampai, bingung sendiri dia, di poin itulah sebenarnya secara tidak langsung sudah berikan gambaran kepada kita semua bahwa kata bunuh diri yang dari dirinya itu patah,” katanya.

Dia mengatakan demikian karena saat kejadian itu hanya terdapat tiga orang di dalam rumah tersebut, yakni tersangka sendiri, istrinya yang menjadi korban bersama buah hati mereka yang masih kecil.

“Siapa lagi yang patut diduga kalau bukan dia. Karena itulah Polisi punya dua alat bukti menetapkan dia sebagai Tersangka,” ujarnya.

Rekonstruksi tersebut dihadiri oleh semua pihak, yakni dari pihak Kejaksaan, Lurah disertai RT, Pengacara dari pihak tersangka, dan juga keluarga dari tersangka sendiri.

Sehingga proses hukum tersebut berjalan secara transparan dan tidak ditutup-tutupi oleh pihak kepolisian. Selanjutnya, berkas kasus tersebut akan segera dikirim ke kejaksaan pada Rabu (7/7) untuk diteliti pihak Kejaksaan.

Saat ditanyai VN mengenai motif pelaku bisa tega membunuh istrinya sendiri, Kapolsek hanya mengatakan bahwa motif utama yakni KDRT yang terus menerus sehingga disimpulkan KDRT yang menyebabkan kematian. (Yan/ol)

Leave a Comment