Kasus Tanah Mabar, Hakim Vonis Bebas Dua Warga Italia

Simon Selly

 

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada pengadilan negeri Kelas 1A Kupang, kembali menggelar sidang terkait dugaan tindak pidana korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kecamatan Manggarai Barat dengan luas tanah senilai 30 hektare, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp1,3 Triliun.

Sidang yang digelar pada Rabu (7/7) tersebut dengan agenda pembacaan putusan hakim atas terdakwa Masilimiliano De Reviziis dan Nizardo Fabio, dua orang warga Italia yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian oleh hakim Fransiska Paula Dari Nino dan hakim anggota dua Gustaf Marpaung, menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti bersalah dalam kasus tersebut. Dalam kasus tersebut kedua terdakwa tidak mengetahui tanah tersebut aset milik negara.

“Terdakwa tidak terbukti bersalah berdasarkan dakwaan yang disampaikan penuntut umum, karena kedua terdakwa tidak mengetahui aset tersebut aset milik negara,” ujar hakim Gustaf.

Setelah putusan yang dibacakan oleh hakim Gustaf Marpaung, putusan bebas yang dilanjutkan oleh hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino yang menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair maka dakwaan subsider tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Dengan demikian, terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan penuntut umum dan membebaskan terdakwa dari pidana kurungan setelah putusan hakim berkekuatan tetap.

“Majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah bersalah melalukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan penuntut umum kepada terdakwa. Membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan penuntut umum,” ujar hakim Paula.

Selain itu membebankan biaya perkara kepada negara, dan membebaskan dari segala perkara dan membersihkan nama baik terdakwa.

“Memberikan putusan membebaskan terdakwa dari tahanan, dan membebaskan biaya kepada negara.” Terang hakim.

Jaksa Penuntut Herry C. Franklin menyatakan sikap bahwa penuntut umum akan menyatakan upaya hukum dengan Kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA).

“Saat ini juga kami nyatakan Kasasi yang mulia hakim,” tegasnya.

Usai menyatakan sikap sidang ditutup dengan putusan itu belum dinyatakan kuat demi hukum.

“Iya dengan upaya hukum Kasasi penuntut umum maka putusan ini belum bersifat mengikat ada upaya Kasasi,” terang hakim Paula.

Sidang yang digelar secara virtual yang dipimpin oleh hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino didampingi hakim anggota Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. (Yan/ol)

Leave a Comment