Kasus Tanah Mabar, Supardi Tahiya dan Mahmud Nip Dituntut 10 Tahun Penjara

Terdakwa Mahmud Nip dan Supardi Tahiya.

Simon Selly

Terdakwa Supardi Tahiya dan Mahmud Nip, dituntut sepuluh tahun penjara, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi aset negara berupa tana seluas 30 Hektar di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jalan Palapa, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi NTT dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap terdakwa Terdakwa Supardi Tahiya dan tMahmud Nip, berlangsung Jumat (11/6) siang.

Sidang dipimpin hakim ketua Fransiska Paula Dari Nino didampingi hakim anggota Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaun. Dari pihak JPU hadir Herry C. Franklin, Emerenciana Djehamat dan Heru, serta penasehat hukum kedua terdakwa. Sidang digelar secara virtual.

Dalam amar tuntutan JPU yang dibacakan secara bergantian menetapkan terpidana Supardi Tahiya bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Primair Penuntut Umum dan menuntut terdakwa Supardi Tahiya agar dipidana penjara selama 10 tahun.

Selain pidana kurungan terdakwa Supardi Tahiya juga didenda uang senilai Rp. 850.000.000, dengan subsider 6 bulan kurungan, serta menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti.

“Menghukum terdakwa untuk embayar Uang Pengganti sebesar Rp725.000.000,00 dengan subsider 5 tahun penjara dan tanah dengan SHM, yang telah beralih kepada Rudianto Suliawan sebanyak 2 bidang dinyatakan dirampas untuk Negara Cq. Pemda Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Herry Franklin saat membacakan tuntutan kepada terdakwa Supardi Tahiya.

Terdakwa Mahmud Nip juga dituntut bersalah dengan pidana penjara selama sepuluh tahun dan denda senilai Rp 850.000.000 subsider 6 bulan kurungan, dan mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti senilai Rp1.800.000.000,00, subsider 5 tahun penjaga.

“Tanah dengan SHM, yang sudah dialihkan atas nama Topenoz Torenjab dan Gregorius Antar Awal, dinyatakan dirampas untuk Negara Cq. Pemda Kabupaten Manggarai Barat,” jelas Herry. (Yan/ol)

Leave a Comment