KBM SDI Ndora Tetap Berjalan

Garis polisi masih tampak terpasang di SDI Ndora. Foto: Bernard/VN
Garis polisi masih tampak terpasang di SDI Ndora. Foto: Bernard/VN

Bernard Sapu

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDI Ndora, Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo tetap berjalan seperti biasa pascakasus penikaman Kepala SDI Ndora tetap berjalan seperti biasa. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak ketinggalan pelajaran.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Tiba Aloysius, saat ditemui VN di ruang kerjanya, Rabu (16/6).

Ia juga menegaskan, anak pelaku penikaman Kepsek SDI Ndora akan tetap melanjutkan pendidikannya.

“Yang bermasalah dan berurusan dengan hukum itu orang tuanya bukan anaknya yang merupakan siswa di SDI Ndora. Dengan demikian siswa yang sekarang duduk di bangku kelas IV SDI Ndora tetap menjalani pendidikan di sekolah seperti biasa,” tegasnya.

Ia mengatakan siswa tersebut juga akan dibimbing oleh guru dan didampingi Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Nagekeo.

Tiba menjelaskan, berhubung gedung sekolah masih dilingkari garis polisi, maka KBM berlangsung sementara di Kantor Desa Ulupulu I.

“Kami dari dinas juga sudah berkoordinasi polisi namun jawabannya nanti setelah rekonstruksi, para guru dan siswa di SDI Ndora sudah kembali beraktivitas seperti biasa di gedung sekolah mereka. Tetapi untuk kegiatan KBM tidak boleh berhenti maka kegiatan KBM tersebut berlangsung di Kantor Desa Ulupulu I. Itu sudah disepakati bersama dengan pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat,” jelasnya.

Tiba menyampaikan Senin kemarin pihaknya juga hadir dalam acara pembagian amplop pengumuman kelulusan siswa.

Di hadapan para guru dan orang tua murid, ia mengaku sudah menyampaikan agar guru tetap menjalankan tugas sebaik mungkin dan melayani para siswa tanpa pilih kasih termasuk siswa yang orangtuanya sedang menjalani kasus hukum.

“Tidak boleh ada kalimat yang keluarkan dari mulut seorang guru dan anak murid bahwa dia ini anak dari orang tua ini atau ini dan lain sebagainya. Semuanya diberlakukan adil. Jika ada siswa yang mengganggu siswa lain, guru harus memberikan teguran agar tidak mengulangi lagi,” jelasnya.

Tiba juga meminta masyaraka agar tidak hanya menyerahkan pendidikan karakter sepenuhnya kepada pihak sekolah tapi juga harus mulai dari rumah, dari keluarga. Masyarakat juga punya tanggungjawab sama.

Kadis Pendidikan Nagekeo

Kadis Pendidikan Nagekeo

“Harus bergerak serentak dan bersama-sama dan berimbang dari tri sentra pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Interaksi kasih sayang murid dengan orang tua, sanak saudara dan kakek dan nenek itu juga menentukan. Setelah itu baru kondisi lingkungan masyarakat pun harus menunjang. Prinsip saling asah, asih dan asuh dalam dunia pendidikan yang harus dapat terlaksana dengan baik,” futurnya.

Tiba mengatakan setelah rekonstruksi nanti, baik tokoh adat, tokoh masyarakat serta para guru yang bertugas di SDI Ndora, Desa Ulupulu I akan melakukan seremonial adat dan ibadah sabda.

Terpisah Plt. Kepsek SDI Ndora Antonius Geo menegaskan selama ini pihaknya tidak pernah menelantarkan siswa.

Sampai saat ini, siswa yang orangtuanya sedang diperiksa pihak kepolisian masih melanjutkan pendidikan.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, pada 5 Juni lalu, pihak sekolah menyerahkan catatan tunggakan keuangan sumbangan komite untuk diberikan kepada orang tua siswa.

“Kami tidak pernah mengusir atau pulangkan anak saat ujian kenaikan kelas. Jadi, informasi yang beredar di selama ini baik di media maupun di medsos yang mengatakan pihak sekolah mengusir atau pulangkan anak saat ujian kenaikan kelas, itu tidak benar sama sekali. Dan siswa tersebut masih sekolah dan mengikuti kegiatan KBM seperti biasa dengan teman-teman sekolahnya,” tambahnya. (bev/ol)

Leave a Comment