Kebakaran Lahan Terjadi di Tengah Pemukiman Warga

Kebakaran Lahan Kering yang terjadi di ruas jalan Piet A Tallo, Keluarahan Oseapa Selatan, Kota Kupang, Kamis (3/6). Foto:Yapi Manuleus vn.

Yapi Manuleus

 

Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan kembali terjadi di Wilayah Kota Kupang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di samping Jalan Piet A Tallo Kelurahan Oesapa Selatan, Kota Kupang, Kamis 3 Juni 2021.

Pantauan media ini, api melalap rerumputan kering di lahan kosong tersebut. Sementara di sekitar lokasi kebakaran terdapat banyak pemukiman warga dan kantor pemerintahan.  Salah satu instansi pemerintah yang paling dekat dengan lokasi kebakaran adalah kantor Imigrasi Kupang.

Beruntung api tidak merambat ke pemukiman warga karena dua unit mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.

“Tidak tahu api asalnya dari mana. kami kaget saja sudah terbakar. tapi kemungkinan besar dari puntung rokok juga,” Kata salah satu warga, saat diwawancarai VN di lokasi tersebut.

Warga yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut, mengaku beruntung saat kejadian hembusan angin di lokasi itu tidak begitu kencang sehingga api tidak meluas ke pemukiman warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang Ev Baulein, mengatakan data yang terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021 hingga 30 Mei 2021. Sudah tercatat sebanyak 54 kasus Kebakaran yang terjadi di kota Kupang.

Paling banyak kebakaran rumput atau lahan kering yakni mencapai 21 Kasus. Sedangkan Kebakaran Rumah penduduk sebanyak 12 kasus, Kios 1 kasus, Gudang 1 Kasus, Kantor 1 Kasus. Serta kebakaran Pohon 1 kasus, Genset 1 Kasus, Kabel Listrik 1 Kasus, Stavol Listrik 1 Kasus, Meteran Listrik 2 kasus, Gardu 1 Kasus, dan Tumpukan Sampah sebanyak 5 kasus. Sehingga total kebakaran untul tahun ini untuk sementara tercatat sebanyak 54 kasus.

Sedangkan untuk tindakan penyelamatan terdapat 2 kasus, yakni penyelamatan Kucing 1 kasus di Kelurahan Merdeka, dan Penyelamatan Ular 1 kasus di Kelurahan Kelapa Lima.

Kejadian Kebakaran pun kemungkinan akan terus bertambah karena banyaknya lahan kering di Kota Kupang, apalagi ditambah dengan angin kencang yang terus terjadi di Kota Kupang.

“Ini baru bulan Mei ini, tidak tau kalau bulan tujuh dan delapan itu seperti apa. Karena ditambah lagi angin kencang terus terjadi begini,” katanya.

Ia mengimbau kepada warga kota Kupang agar selalu waspada dan tidak membakar lahan sembarangan. Karena bisa menyebabkan kebakaran. (Yan/ol)

 

Leave a Comment