Keluarga yang Rampas Jenazah Covid-19 di Kupang Minta Maaf

Pengambilan sampel tes Swab PCR untuk pihak keluarga
Pengambilan sampel tes Swab PCR untuk pihak keluarga

Mutiara Malahere

Keluarga jenazah almarhum Gusmawati Muhammad Nazir (GM) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada semua pihak atas tindakan keluarga yang menghalang-halangi kinerja Tim Satgas saat hendak menangani jenazah almarhum setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Demikian diungkapkan perwakilan keluarga, Abdullah Ulomando kepada VN Kamis (22/7) malam.

Ulomando mengatakan aksi bersitegang dengan petugas Tim Satgas Covid-19 terjadi pada Sabtu (17/7)  ketika pihak keluarga tmengambil jenazah GM dan membawanya pulang ke rumah duka untuk mempersiapkan pemakamannya.

“Kami membawa pulang jenazah GM ke rumah untuk persiapan pemakaman, dan kami telah memandikannya, setelah itu sesuai rencana akan memakamkannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Batukadera, Kota Kupang,” jelas Ulomando.

Selanjutnya pada Kamis (22/7), Polres Kupang Kota melalui Polsek Kelapa Lima bersama dengan Dinkes Kota Kupang memfasilitasi pelaksanaan tes PCR di Pustu Airmata terhadap sejumlah keluarga almarhumah yang terlibat pada perebutan dan pengambilan jenazah sebanyak sebelas orang.

Hasilnya, dua orang dinyatakan positif Covid 19.

“Hasil swab menyatakan bahwa suami almarhum bermama Arifin Ulumando (AU) dan anak petempuannya Nadya A. Ulumando (NAU) terkonfirmasi positif Covid-19,” tegas Ulumando.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu meniru tindakan pihak keluarga yang karena emosi sesaat melakukan perebutan jenazah yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 karena tindakan tersebut tidak terpuji.

Pasalnya, akibat dari perebutan jenazah tersebut, ada anggota keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Perebutan jenazah karena tindakan emosi sesaat dari keluarga almarhum karena tidak menerima jenazah tersebut dianggap pasien Covid, tetapi faktanya Covid itu nyata dan ada anggota keluarga kami yang terkonfirmasi positif, sehingga kami meminta agar masyarakat tidak perlu meniru dan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah,” tambahnya. (bev/ol)

Leave a Comment