Kepala SMAN Mutis Diduga Tilep Dana Komite

Kepala SMA Negeri Mutis Eban, Dominikus Kono(memakai jaket) berpose bersama dua orang guru lain usai diwawancarai VN.

Gusty Amsikan

 

Orangtua/wali siswa SMA Negeri Mutis Eban meminta pihak Inspektorat Provinsi NTT dan Kejaksaan Negeri TTU untuk memeriksa Kepala SMA Negeri Mutis Eban, Dominikus Kono, karena diduga telah menggelapkan uang Komite selama tiga tahun tanpa pertangungjawaban.

Hal tersebut disampaikan oleh orang tua/wali siswa, KTN dan NA saat ditemui VN, di Salu, TTU, Provinsi NTT, Selasa, (6/7)

Menurut KTN, Inspektorat Provinsi dan Kejari TTU harus masuk untuk memeriksa kepala sekolah bersama jajaran komite, lantaran diduga menilep uang Komite yang tak dapat dipertangungjawabkan. Total dana diduga mencapai Rp1,4 miliar lebih.

“Sebagai orang tua murid berharap adanya transparansi pengelolaan anggaran dengan cara mempublikasi agar masyarakat yang mengumpulkan uang tersebut mengetahui kegunaannya. Bukan habis kumpul uang Komite lalu kepala sekolah dan jajaran komite diam selama 3 tahun. Ini ada apa?,” Tukasnya.

KTN juga mempertanyakan alasan pihak sekolah menaikan uang Komite tanpa menghadirkan orangtua dan tanpa menggelar rapat bersama orang tua murid.

“Biasanya uang Komite hanya Rp 80.000, tetapi sekarang sudah ada BOS, untuk menanggulangi operasional sekolah. Kenapa Komite dinaikan di tengah pandemi dan membuat orangtua murid tambah sulit. Sementara uang Komite tidak dipertangungjawabkan”,pungkasnya.

Keluhan senada disampaikan orangtua murid lainnya, NA. Ia mengatakan Kepala SMAN Mutis Eban jangan berlindung di balik covid-19. Pasalnya, pada tahun 2019, sebelum merebaknya fenomena covid-19 hal serupa pun dilakukan oleh sang kepala sekolah yakni tidak mempertangungjawabkan dana Komite.

Tak hanya itu, fungsi uang Komite untuk membayar gaji guru honor, telah ditalangi 50 persen dana BOS. Ironisnya, iuran Komite justru dinaikan. Bahkan dalam perencanaan pihak sekolah seharusnya membangun lapangan voli dan futsal. Namun, dalam pelaksanaan kepala sekolah dan kroninya hanya membangun lapangan voli. Itu pun tanpa pertanggungjawaban.

Sementara Kepala SMA Negeri Mutis Eban, Dominikus Kono saat diwawancarai VN mengakui dana Komite sekolah yang dikumpul dari orangtua siswa digunakan untuk memperbaiki plafon sekolah tersebut sebanyak 3 ruangan.

Ia juga mengakui uang Komite di sekolah yang dipimpinnya dinaikan sebesar Rp 10.000. Dari semula Rp 80.000 dinaikan menjadi Rp 90.000 dan dibagi Rp 5000 untuk OSIS dan Rp 5000 untuk pembangunan sehingga Komite murni Rp 80.000.

Terkait tudingan masyarakat yang meminta pertanggungjawaban dana komite yang belum dipertangungjawabkan selama tiga tahun, Dominikus beralasan karena pandemi covid-19 sehingga tidak bisa mengumpulkan orangtua siswa.

Secara internal, kata dia, bendahara komite telah membuat pertangungjawaban uang Komite Sambil menunggu pandemi ini terkendali maka pihak sekolah akan mengundang para orangtua untuk mempertanggungjawabkan dana tersebut. (Yan/ol)

 

Leave a Comment