Komunitas Terfo dari Papua Belajar Tenun Ikat di Sikka

Penerimaan Komunitas Tenun Terfo, Kabupaten Sarmi, Papua di Sentra Jata Kapa Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (19/11) siang. Foto:Yunus Atabara vn

Yunus Atabara

Sebanyak sembilan orang dari Komunitas Tenun Terfo dari  Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua melakukan studi banding di Sentra tenun Jata Kapa, Maumere , Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (19/11) siang.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sarmi Papua, Izaskart Kim, mengatakan bahwa Komunitas Tenun Terfo dari Kabupaten Sarmi akan berada di Kabupaten Sikka selama 4 hari ke depan.

Kedatangan Komunitas Tenun Terfo ke Maumere untuk belajar tahapan dan tata cara Tenun Ikat. Mulai dari ikat motif, pewarna kimia, pewarna alami sampai dengan proses tenun dan pemasarannya.

“Kami di Kabupaten Sarmi banyak yang tidak bisa tenun ikat. Makanya hari ini saya bawa Komunitas Terfo untuk belajar di Maumere agar mereka bisa tenun kalau mereka pulang ke Sarmi Papua,” kata Izaskart Kim.

Menurut Kim, Komunitas Tenun Terfo Sarmi Papua ini bisa ke Maumere atas rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi, Sergius Nita, yang adalah merupakan putra asli Maumere.

Menurut Kim bahwa pemerintah Kabupaten Sarmi menilai bahwa Kabupaten Sikka sangat maju dengan tenun ikatnya. Dimana sarung atau kain tenun asli Maumere Kabupaten Sikka sangat terkenal baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kami sangat berterimakasih bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka menerima kami dengan sambutan yang sangat luar biasa,” kata Kim.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sikka, Letisia dua Letik mengapresiasi kepercayaan pemerintah Kabupaten Sarmi yang sudah percayakan Maumere sebagai tempat belajar tenun ikat, termasuk tahapan tenun ikat dan sistem pewarnaan.

“Mari kita sama-sama berbagi pengalaman dalam hal ini tenun ikat. Kita saling mengisi antar kelompok dari Papua dan kelompok yang ada di Maumere untuk keberlanjutan tenun ikat,” ujar.

Anggota Komunitas Terfo Sarmi Papua diharapkan bisa mengikuti secara serius tahapan dan proses sampai menghasilkan tenun ikat yang baik dan berkualitas. Agar bisa ditularkan kepada kelompok lain saat kembali ke Papua.

“Terima kasih untuk Komunitas Tenun Terfo dari Sarmi Papua yang sudah datang belajar tenun ikat di Sentra Jata Kapa Maumere. Mari kita belajar bersama,” kata Letisia. (Yan/ol)

Leave a Comment