Kontribusi Sentra Pembinaan Prestasi Olahraga Dispora NTT pada PON Papua

Pengamat olahraga dari PJKR FKIP UKAW-Kupang
Pengamat olahraga dari PJKR FKIP UKAW-Kupang

Oleh Johni Lumba
(Pengamat Olahraga dari PJKR FKIP UKAW Kupang)

 

UNDANG–Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang membahas tentang pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional, dalam ruang lingkupnya terdiri dari olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi. Semuanya bertujuan untuk mendukung akses pemerataan olahraga secara keseluruhan. Pada Bab V Pasal 13 ayat (1) mengatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan secara nasional, dan ayat (2) pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan di daerah.

Berdasarkan amanah UU tersebut inilah maka pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT melaksanakan pola pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan yang disebut Sentra Pembinaan. Tingkatan pembinaan yang dilaksanakan di Sentra Dispora NTT yaitu: 1) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), 2) Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD) dan 3) Pusat Pendidikan Latihan Daerah (PPLD). Ketiga tahapan pembinaan ini melibatkan induk organisasi olahraga sesuai dengan kategori olahraga masing-masing: super prioritas, prioritas, ditingkatkan dan dikembangkan. Tahapan-tahapan pembinaan olahraga prestasi yang dilaksanakan oleh Sentra Dispora NTT tentu mengarah pada pola pembinaan dengan melibatkan penerapan sport science dalam proses talent scouting, pembinaan dan peningkatan prestasi yang berjenjang dan berkelanjutan dimulai dari PPLP (pelajar SMP/SMA), PPLMD (mahasiswa) dan PPLD (umum).

Adapun cabang-cabang olahraga yang dibina pada Sentra Dispora NTT adalah sebagai berikut: PPLP meliputi atletik, tinju, pencak silat dan tae kwon do. Selanjutnya PPLMD meliputi kempo, atletik, tinju, pencak silat, tae kwon do, muaythai, karate, dan PPLD terdiri dari kempo, atletik, tinju, pencak silat, tae kwon do, muaythai, dan wushu.

Sesuai dengan regulasi usia dalam pola pembinaan, maka para atlet di Sentra Pembinaan Dispora NTT yang berhak mengikuti babak kualifikasi PON (pra PON) untuk lolos ke PON adalah mereka yang berada di PPLMD. Atas dasar itulah maka terdapat 32 atlet binaan sentra Dispora NTT yang lolos PON XX tahun 2021 di Papua pada Oktober lalu.

Ke-32 atlet yang berlaga di PON Papua itu terdiri dari kempo 12 atlet, tinju 4 atlet, pencak silat 5 atlet, atletik 7 atlet, wuhsu 1 atlet, dan muaythai 1 atlet. Semua atlet ditampung di asrama PPLMD/PPLD Oepoi-Kupang. Proses rekrutmen atlet bekerjasama dengan induk organisasi cabang olahraga provinsi dan juga melibatkan akademisi olahraga untuk menyeleksi para pelatih dan atlet membuat komitmen pembinaan cabang olahraga di Sentra Dispora NTT mengandalkan pendekatan Iptek keolahragaan.

Pelaksanakan peningkatan kualitas pelatih/wasit dan atlet sering dilaksanakan oleh Dispora NTT, bahkan pengelola bekerjasama dengan akademisi olahraga, baik itu kepelatihan dan gizi untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi program latihan yang dibuat oleh para pelatih. Kerjasama tersebut akhirnya memberikan dampak yang sangat menonjol ketika para atlet Sentra Dispora NTT yang ikut mengangkat harkat dan martabat NTT pada PON Papua. Bersama Pengprov cabang olahraga saling bahu membahu dalam proses pembinaan yang diselenggarakann oleh Dispora NTT akhirnya mampu memberikan hasil yang positif dan membanggakan bagi pelatih, induk organisasi, pengelola, akademi dan semua pihak, termasuk pemerintah yang mengeluarkan dana APBD untuk proses pelatihan pada Sentra Dispora NTT.

Lima (5) medali emas, sepuluh (10) medali perak dan tujuh (7) medali perunggu, membuat kontingen NTT menyadari adanya peningkatan yang sangat signifikan dari pola pembinaan yang dilaksanakan oleh Dispora NTT. Dari 22 medali yang diperoleh kontingen NTT pada PON Papua, Sentra Pembinaan Dispora NTT menyumbang 13 medali, masing-masing: 4 medali emas (Susana Ndapataka/muaythai, Jenis Elvis Kause/pencak silat, Lazim Djati dan Yustino ELmaser/kempo embu berpasangan), 3 medali perak (Erniani Ngongo/tinju, Siska/kempo randori, Daniate Belafanie dan Laure Dakamoly/kempo embu berpasangan). Sedangkan enam medali perunggu, masing-masing dipersembahkan oleh Lucky Harry/tinju, Ronaldo Neno dan Moh. Zikri Prasong/pencak silat, serta Aldiani Deni, Daniisius Ramly/kempo embu berpasangan. Alfriani Padjo dan Matius Wuli/ atletik. Sedangkan atlet binaan Sentra Dispora NTT yang tidak memperoleh medali sebanyak 16 orang masing-masing: atletik 5 atlet, kempo 5 atlet, pencak silat 2 atlet, tae kwon do 1 atlet, tinju 2 atlet dan whusu 1 atlet.

Proses tak pernah mengkhianati hasil. Keyakinan inilah yang membuat sebuah sistem pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Sentra Dispora NTT secara berjenjang dan berkelanjutan dengan mengandalkan penerapan iptek keolahragaan akhirnya dapat memberikan hasil yang terbaik. Terima kasih juga kepada induk cabang olahraga di antara Perkemi, Pertina, atletik, tarung derajat, muaythai. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang terus memberikan dukungan berupa dana APBD untuk proses pembinaan olahraga di Sentra Dispora NTT.
Salam Olahraga Jaya. NTT bangkit, prestasi membanggakan.

Leave a Comment