Kopi Poco Nembu Mulai Dipasarkan di Labuan Bajo dan Kupang

 

Gerasimos Satria

Kopi Colol sudah mulai memberi dampak ekonomi masyarakat di wilayah itu. Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Poco Nembu di Desa Colol,Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur mulai memasarkan Kopi Colol di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BumDes Poco Nembu memproduksi kopi dari petani dengan nama kopi Poco Nembu.

BumDes Poco Nembu membeli kopi dari petani di Desa Colol dengan harga di atas standar. Jenis kopi yang dibeli yakni kopi Arabika, Juria, Robusta dan Yellow Captura lalu mengolahnya untuk dijual.

Dengan dukungan Bank NTT, BumDes mampu membeli mesin pengelolaan kopi dari proses awal hingga pengemasan yang siap dipasarkan.

Bank NTT juga membangun Lopo Dia Bisa di Desa Colol.

Bendahara BumDes Poco Nembu, Santrianus Husein, Selasa (8/6) menuturkan Kopi Poco Nembu akan dipasarkan di Labuan Bajo dan Kota Kupang. Saat ini BumDes Poco Nembu telah mengirim ratusan bungkus Kopi Poco Nembu di Kota Kupang dan Labuan Bajo.

Husein mengaku BumDes membeli kopi dari petani dengan harga Rp 10.000/liter. BumDes kemudian memproduksi kopi biji tersebut dalam kemasan dengan nama Poco Nembu.

Menurutnya, BumDes Poco Nembu bekerja sama dengan Bank NTT dalam bantuan modal usaha, bantuan peralatan dan fasilitas produksi kopi Nembu dalam kemasan.

“Kopi Colol dalam kemasan dan sudah mulai dipasarkan. Bank NTT telah banyak membantu petani kopi di Desa Colol,”kata Husein.

Kepala Desa Colol,Valentinus Tombor mengapresiasi dan terima kasih karena Bank NTT menjadikan Desa Colol terpilih mewakili Kabupaten Manggarai Timur dalam Festival Desa Binaan Bank NTT.

Menurutnya, pendapatan ekonomi masyarakat Colol sudah mulai meningkat berkat kerjasama dengan Bank NTT dan Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan Kopi Colol.

Ia mengatakan langkah yang dibuat Gubernur NTTViktor Bungtilu Laiskodat bersama Bank NTT telah membantu memperkenalkan kopi dari tangan petani ke lingkup pasar agar makin dikenal.

Ketua Dewan Juri Desa Binaan Bank NT Dr.James D.Adam mengatakan langkah BumDes Poco Nembu dalam memasarkan produk Kopi Colol merupakan langkah maju untuk peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

BumDes Poco Nembu bersama Bank NTT telah berusaha memutus matarantai ijon yang selama ini terjadi di Desa Colol.

Dia meminta BumDes Poco Nembu untuk melakukan kerjasama dengan seluruh BumDes di NTT untuk memasarkan produk. Tujuannya agar BumDes di NTT naik kelas secara bersama dalam memasarkan produk.

James juga meminta BumDes Poco Nembu untuk melakukan perjanjian kerja dengan petani kopi agar kopi petani tidak dijual kepada tengkulak.

“Kehadiran BumDes Poco Nembu harus memberi dampak pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Colol,” ujarnya.

BumDes Poco Nembu juga harus berani mencari mitra bisnis dan memberi pencerahan kepada kelompok petani kopi.

“Kalau kita harapkan Pemda untuk melakukan pemasaran sangatlah susah. Paling hanya Bank NTT satu-satunya harapan untuk mempromosikan Kopi Colol,” tambah James. (bev/ol)

Leave a Comment