Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Botof Dituntut 5 Tahun Penjara dan Birunatun 4 Tahun

Gusty Amsikan

Mantan Kepala Desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Primus Neno Olin, dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp150.000.000 subsider 4 bulan penjara serta uang pengganti sebesar Rp1.700.000.000 subsider 2 tahun 6 bulan penjara dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa Botof.

Sementara Kepala Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, Martinus Tobu dituntut 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150.000.000 subsider 4 bulan penjara, serta uang pengganti sebesar Rp 1.500.000.000 subsider 2 tahun 4 bulan penjara dalam kasus korupsi Dana Desa Birunatun.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang yang dilaksanakan serentak secara daring, Jumat (1/10).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Andrew Keya, selaku JPU, ketika diwawancarai media ini, Sabtu (2/10) di Kefamenanu mengatakan pada Jumat (1/10) Pengadilan Tipikor Kupang menggelar sidang tuntutan untuk dua perkara korupsi dana desa di Kabupaten TTU yakni perkara dugaan korupsi Dana Desa Botof dengan terdakwa Mantan Kepala Desa Botof, Primus Neno Olin, dan kasus dugaan korupsi Dana Desa Birunatun, dengan terdakwa Mantan Kepala Desa Birunatun, Martinus Tobu.

Dalam sidang tersebut, jelas Andrew, pihaknya selaku JPU melayangkan tuntutan 5 tahun penjara dan denda Rp 150.000.000 subsider 4 bulan penjara serta uang pengganti sebesar Rp 1.700.000.000 subsider 2 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa Primus Neno Olin dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa Botof.

Sementara  terdakwa kasus korupsi Dana Desa Birunatun, Martinus Tobu dituntut 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150.000.000 subsider 4 bulan penjara, serta uang pengganti sebesar Rp 1.500.000.000 subsider 2 tahun 4 bulan penjara.

“Kedua terdakwa dituntut dengan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor,”ungkap Andrew.

Ia menambahkan dalam proses penyidikan perkara korupsi Dana Desa Botof, pihaknya berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 189.000.000 dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan Dana Desa Botof. Dalam sidang tuntutan tersebut, pihaknya selaku JPU juga meminta agar uang tersebut dirampas untuk negara.

Sidang lanjutan dua perkara korupsi dana desa tersebut sesuai jadwal akan digelar pada Rabu (13/10) mendatang. Agenda sidang lanjutan tersebut adalah tanggapan dari pihak terdakwa dan penasehat hukum.(Yan/ol)

Leave a Comment