KPP Pratama Kupang Lakukan Penyuluhan Pajak kepada Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau

Suasana kegiatan penyuluhan kepada pengusaha peternak sapi dan kerbau yang digelar KPP Pratama Kupang.

Putra Bali Mula

 

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang melakukan penyuluhan tentang kewajiban perpajakan kepada pengusaha peternak sapi dan kerbau dalam acara Musyawarah Wilayah Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau (Muswil HP2SK) Nusa Tenggara Timur.

Dalam keterangan yang diterima VN Selasa (15/6) kegiatan ini diselenggarakan oleh badan pengurus HP2SK yang dihadiri anggota HP2SK se-Nusa Tenggara Timur.

Pemateri dari KPP Pratama Kupang adalah Fungsional Penyuluh Pajak, Jupiter Heidelberg Siburian, didampingi Kepala Seksi Pengawasan II dan VI serta beberapa Account Representative.

Pemateri menyampaikan terkait manfaat pajak, tata cara perhitungan, pembayaran dan pelaporan pajak.

“Pajak merupakan tulang punggung pendapatan negara terutama di masa pandemi ini. Dengan kita membayar dan melaporkan pajak sesuai ketentuan, tentu akan memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat secara luas.” tutur Jupiter.

Dalam kesempatan tersebut Jupiter menjelaskan terkait cara penghitungan dan pembayaran pajak, baik dengan cara bersifat Final untuk UMKM maupun dengan cara Pasal 25 UU PPh, karena sesuai dengan kewajiban para pengusaha peternak sapi.

Selama omset penjualan tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu Tahun Pajak, Wajib Pajak masih dapat memilih penggunaan tarif penghitungan penghasilan dengan cara final sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 maupun Pasal 25. Namun diwajibkan menggunakan Pasal 25 apabila omsetnya telah melebihi batasan tersebut.

KPP Pratama Kupang meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Sabu Raijua. Iklimnya sangat cocok untuk peternakan sapi sehingga dapat dikatakan bahwa peternakan sapi menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Namun penerimaan pajak dari sektor tersebut belum optimal.

“Hal ini membuat kami akan terus melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada bapak ibu sekalian jika mengalami kendala dalam melakukan kewajiban perpajakan,” ujar Jupiter.

Para Peserta terlihat antusias selama jalannya acara. Terbukti dengan beberapa pertanyaan yang diajukan untuk menjawab permasalahan yang sering terjadi pada usaha peternakan dan perdagangan sapi dan kerbau, yang dijawab dengan baik oleh pemateri dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.

“Bagaimana caranya agar kami membayar pajak hanya ketika mengalami untung? Karena tak jarang hewan yang akan kami jual mengalami kematian sebelum transaksi.” tanya salah satu peserta.

Jupiter menjawab bahwa dengan menggunakan metode pembukuan dan perhitungan penghasilan pasal 25, Wajib Pajak dapat mengklaim kerugian sehingga hanya wajib membayar pajak ketika mengalami keuntungan saja.

Diharapkan dengan penyuluhan singkat tersebut wajib pajak memahami kewajiban perpajakannya dan dapat membayar serta melaporkan pajak sesuai ketentuan dan keadaan wajib pajak yang sebenarnya. (Yan/ol)

Leave a Comment