La Furia Roja kembali Mengigit

REUTERS PEMBEDA: Kembalinya playmaker andalan Sergio Busquets ke dalam tim Spanyol pascaislolasi mandiri Covid-19, jadi pembeda. Spanyol tampil gemilang dengan mencukur Slowakia 5-0 dalam laga terakhir babak penyisihan Grup E, Rabu (23/6) di Stadion La Cartuja Sevilla.
REUTERS PEMBEDA: Kembalinya playmaker andalan Sergio Busquets ke dalam tim Spanyol pascaislolasi mandiri Covid-19, jadi pembeda. Spanyol tampil gemilang dengan mencukur Slowakia 5-0 dalam laga terakhir babak penyisihan Grup E, Rabu (23/6) di Stadion La Cartuja Sevilla.

Tim Nasional Spanyol kali ini boleh menghela nafas panjang. Timnas Kroasia yang bakal dihadapi pada babak 16 besar EURO 2020 di Stadion Parken Kopenhagen Denmark Selasa (29/6) pukul 00.00 Wita besok, adalah squad minim La Liga.

Tercatat, hanya dua orang pemain yang merumput di La Liga yang dibawa dalam tim pasukan Zlatko Dalic. Kedua pemain itu adalah Sime Vrsaljko (Atletico Madrid) dan Luka Modric (Real Madrid). Selebihnya adalah didominasi para pemain yang merumput di Serie A Italia.

Tentu ini menjadi keuntungan sendiri bagi Luis Enrique sebagai juru taktik Spanyol. “Kami akan bersiap dan percaya diri untuk babak 16 besar dan sudah tidak sabar menjalani pertandingan Senin mendatang,” kata Enrique dalam konferensi pers sebelum pertandingan.

Pernyataan Enrique itu, menyiratkan bahwa ia sudah melupakan mandulnya trio striker yang dalam tiga pertandingan penyisihan Grup E, hanya mencetak satu gol lewat Alvaro Morata. Selebihnya dua gol bunuh diri Slowakia dan gol dari pemain lini tengah.

Saat menghadapi Swedia di laga pembuka, LA Furia Roja (setan merah) memiliki ball possession hingga 85 persen. Tapi gagal mencetak sebuah gol pun. Bahkan, La Furia Roja pecahkan rekor sebagai tim paling banyak lakukan passing yakni 419 kali hanya dalam babak pertama.

Catatan ini merupakan kali pertama muncul sepanjang bergulirnya Euro pertama kali pada 1980 silam. Begitu pula ketika melawan Polandia, penguasaan bola mencapai 80 persen dan dan laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

UEFA mencatat, Spanyol adalah tim yang memiliki penguasaan bola tertinggi yaitu mencapai 72 persen dalam dua laga pembuka. Bandingkan dengan Belgia di posisi kedua yang hanya 57,5 persen, Jerman 57 persen, Austria 56,5 persen dan Inggris 56 persen.

Pokok permasalahan utama tersebut tampaknya sudah terjawab dengan kembalinya playmaker andalan Sergio Busquets ke dalam tim pasca islolasi mandiri Covid-19. Dan terbukti, kehadiran sang kapten itu telah membangkitkan motivasi dan mengubah cara bermain tim.
Dalam pertandingan kontra Slowakia, penguasaan bola di sepertiga lapangan dan berputar-putar, mulai hilang. Trio ujung tombak Morata, Gerard Moreno dan Pablo Sarabia berkali-kali mampu merepotkan penjaga gawang Slowakia. Mereka bertiga berani masuk ke kotak penalti.

 

Serangan Balik
Bagiamana dengan Kroasia? Luka Modric yang hingga kini masih menjadi andalan Real Madrid, tentu sudah mengetahui tipikal permainan Spanyol yang mengadopsi gaya bermain FC Barcelona.

Ini menjadi keuntungan baginya karena lini tengah Spanyol dihuni tiga pemain Barcelona yakni Busquets, Pedri, dan Thiago Alcantara. Apalagi rekan-rekannya sudah berjanji bakal tampil all-out dan bakal memberi kejutan.

Melihat kedalaman skuat yang diusung Kroasia, Tim Matador bakal kerepotan di dalam membangun serangan maupun dalam bertahan. Pasukan Zlatko Dalic ini bakal diperkuat sejumlah pemain matang mulai dari Luka Modric, Ivan Perisic, hingga Mateo Kovacic dan bakal merepotkan Spanyol dan mengandalkan serangan balik.

Di sisi lain, Kroasia tidak akan menjadikan status unggulan yang dikantongi Spanyol ini sebagai momok karena tim ini sudah memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir mereka, satu di Euro edisi terakhir dan satu di UEFA Nations League pada November 2018. (paa/pol/R-2)

Leave a Comment