Lahan Relokasi Korban Seroja segera Diukur

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Foenay.

Putra Bali Mula

 

Rencana Pemerintah untuk merelokasi masyarakat yang terdampak badai seroja di Kota Kupang akan segera dilakukan. Pemerintah Pusat berencana untuk segera mengukur lahan di Kelurahan Manulai II.

Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata, menjelaskan lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Kupang seluas 4,6 hektar dan akan diukur oleh Balai Prasarana Permukiman dan juga PUPR.

“Jadi lahan yang dibutuhkan sebenarnya ada 10 sampai 11 hektar tetapi untuk ketersediaan lahan saat ini hanya sekitar 4,6 hektar karena dari pemerintah pusat membutuhkan lahan yang benar-benar clear dan benar-benar masuk dalam prioritas pembangunan,” ujarnya saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Kupang, Senin (21/6).

Menurut dia, daftar pertama ada 330 KK (Kepala Keluarga) yang harus direlokasi tetapi setelah dilakukan verifikasi dan validasi jumlahnya 225 KK.

DTH Dua Tahap

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimmi Didok, mengatakan, Dana Tunggu Hunian (DTH), diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama telah disalurkan sebesar Rp 1 miliar lebih kepada 737 orang penerima.

“Jadi untuk relokasi rumah, sampai saat ini Pemerintah Kota Kupang masih melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat karena lahan yang tersedia masih kurang, yang dibutuhkan 10 hektar lebih, sementara yang baru tersedia hanya 4 sampai 5 hektar,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Foenay, juga membenarkan hal ini saat dikonfirmasi VN pada Selasa (22/6) juga menyampaikan hal yang sama.

“Semuanya dalam rangka persiapan lokasi hampir mencapai selesai dan hasil koordinasi selanjutnya menyangkut anggaran dan pembangunan bisa koordinasi dengan Kalak BPBD dan Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat. Semuanya proses sementara berjalan,” kata dia. (Yan/ol)

Leave a Comment