Lamban Tangani Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah, Pengacara Datangi Polres Mabar

Pengacara,Ch Harno saat melakukan pengaduan Penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat ke Propam Polres setempat, Senin (5/7). Foto:Satria vn.

Gerasimos Satria

 

Pengacara, Ch.Harno kembali mendatangi Polres Manggarai Barat (Mabar), NTT, Senin (5/7) siang. Dia mendatangi Polres Mabar bersama Klienya,Yusuf Bondeng dan Yosef Sarli.

Kedatanganya itu untuk melakukan pengaduan terhadap Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai Barat ke Propam Polres Manggarai Barat.

Ch Harno menyampaikan klienya,Yusuf Ondeng,Frans Lawarudin,Yohanes Wahidin dan Yosef Sarli melapor Yohanes Sahadoen,Ren Sahadoen,Jemmy Fatah dan Amir Hamzah ke Polres Manggarai Barat pada 7 April 2021 atas dugaan tindak pidana pemalsuan kwitansi Jual-Beli tanah di Air Kemiri Simpang Pede,Desa Gorontalo,Kecamatan Komodo, Mabar.

Dia mengaku dirinya mengadu penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat ke Propam lantaran Penyidik dinilai tidak serius menangani kasus dugaan pemalsuan tanda tangan,Sertifikat Hak Milik dan Pengunaan Sertifikat Hak Milik.Dirinya menginginkan agar penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat serius menangani kasus tersebut.

Dia mengaku setelah Tiga minggu laporan disampaikan, dirinya berkali-kali menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pemalsuan kwitansi jual beli tanah itu kepada penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat. Penyidik tidak menyampaikan perkembangan penyidikan,tetapi saling lempar tanggunjawa antara sesama penyidik.

Ch Harno mengaku, penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat baru memberi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pada akir Juni 2021.Dirinya menilai Reskrim Polres Manggarai Barat tidak serius menangani kasus tersebut.

Dia mendesak Polres Manggarai Barat untuk menangani secara serius kasus dugaan tindak pidana pemalsuan Tanda Tangan, Pemalsuan Warkah Sertifikat Hak Milik dan Pengunaan Sertifikat Hak Milik yang Diduga Palsu yang terjadi di Air Kemiri Simpang Pede,Desa Gorontalo,Kecamatan Komodo.

“Kita mendorong Polres Manggarai Barat untuk mengungkap kasus dugaan pemalsuan tanda tangan kwitansi sebagai alas hak untuk sertifikat tanah,”tegas Ch Harno. (Yan/ol)

 

Leave a Comment