Lambat Tangani Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah, Pengacara Datangi Polres Mabar

Pengacara,Ch Harno saat mengadu Penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat ke Propam.Foto: Gerasimos/VN
Pengacara,Ch Harno saat mengadu Penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat ke Propam.Foto: Gerasimos/VN

Gerasimos Satria

Pengacara,Ch.Harno kembali mendatangi Polres Manggarai Barat (Mabar),Senin (6/7) siang bersama kliennya Yusuf Bondeng dan Yosef Sarli.

Mereka mengadukan Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai Barat ke Propam Polres Mabar.

Ch Harno menyampaikan klienya Yusuf Ondeng, Frans Lawarudin, Yohanes Wahidin dan Yosef Sarli melapor Yohanes Sahadoen,Ren Sahadoen,Jemmy Fatah dan Amir Hamzah ke Polres Manggarai Barat pada 7 April 2021 atas dugaan tindak pidana pemalsuan kwitansi Jual-Beli tanah di Air Kemiri Simpang Pede,Desa Gorontalo,Kecamatan Komodo.

Dia mengaku setelah tiga minggu laporan, ia berkali-kali menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada penyidik Reskrim Polres Mabar namun bukannya menyampaikan perkembangan penyelidikan, tetapi saling lempar tanggunjawab antara sesama penyidik.

Ch Harno mengaku penyidik Reskrim Polres Manggarai Barat baru memberi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pada akhir Juni 2021.

Ia menilai Reskrim Polres Manggarai Barat tidak serius menangani kasus dugaan pemalsuan tanda tangan kwitansi jual beli tanah.

Dia mendesak Polres Mabar untuk menangani kasusu secara serius.

“Kita mendorong Polres Manggarai Barat untuk mengungkap kasus dugaan pemalsuan tanda tangan kwitansi sebagai alas hak untuk sertifikat tanah,”tegas Ch Harno. (bev/ol)

Leave a Comment