Lebih Baik LPG daripada Minyak Tanah

Upaya warga memadamkan kompor minyak tanah yang terbakar. Foto: Putra/VN
Upaya warga memadamkan kompor minyak tanah yang terbakar. Foto: Putra/VN

Putra Bali Mula

Konsumsi minyak tanah (mitan) di NTT lebih marak sementara Pertamina telah memprogram konversi mitan ke penggunaan liquified petroleum gas atau LPG.

Officer Communication and Relations Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Taufik R. Lubis mengatakan LPG lebih baik dari segi efisiensi konsumsi, dampak terhadap alam dan lebih hemat dibanding mitan.

“Kalau untuk minyak tanah, secara efisiensi konsumsi bahan bakar untuk rumah tangga, penggunaan LPG itu lebih hemat pemakaiannya dibandingkan dengan mitan,” tukasnya.

Taufik saat dihubungi VN pada Kamis (3/6) menyampaikan upaya konversi ini juga diketahui oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi NTT. Soal pengalihan pola konsumsi masyarakat dari mitan ke LPG di Provinsi NTT telah direncanakan Pertamina bersama dengan pemda.

“Caranya melalui program konversi mitan ke LPG yang direncanakan bersama antara Pertamina dengan pemda setempat,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, PT Pertamina memulai proses pembangunan 4 Terminal LPG untuk wilayah Timur Indonesia yakni Kupang (NTT), Bima (NTB), Ambon (Maluku) dan Jayapura (Papua).

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, mengatakan dalam upaya meningkatkan ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung program konversi BBM ke LPG yang dicanangkan Pemerintah, Pertamina terus membangun infrastruktur energi khususnya di wilayah Timur Indonesia. Untuk pembangunan keempat Terminal LPG tersebut Pertamina mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun. (bev/ol)

Leave a Comment