Legenda Hidup Sepakbola NTT Bincang Masa Depan Sepakbola NTT Bersama Chris Mboeik

Beberapa legenda hidup sepakbola NTT bertemu Calon Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik, Jumat (23/7) kemarin.

Pertemuan ini dalam rangka bersinergi membangun komitmen dan pemahaman bersama, berkaitan dengan masa depan sepakbola NTT.

Beberapa legenda hidup sepakbola NTT yang hadir yakni Mathias Bisinglasi, Anton Kia, Petrus ‘Bai Pake, dan Lorenz Fernandes.

Dalam obrolan bola tersebut, mantan pemain Niac Mitra Surabaya Mathias Bisinglasi atau akrab disapa Coach MB meminta Chris Mboeik memperhatikan kompetisi, konsolidasi organisasi dan peningkatan sumber daya manusia di setiap tingkatan.

Bagi Coach MB, sudah saatnya sepakbola NTT berubah. Kemampuan dan potensi besar, hanya manajerial yang belum dilakukan sebaik-baiknya.

“Program yang disampaikan Om Chris sangat bagus. Sebagai mantan pemain bola saya sangat mendukung gagasan yang disampaikan Om Chris. Saya berharap, semua komponen bisa berada dalam tim untuk pembangunan sepakbola NTT, sehingga tidak ada one man show,” ujar pelatih Persebata Lembata ini.

Dia optimis, Chris Mboeik bisa membawa lerubahaan sepakbola NTT karena komunikasi dan sinergisitas dengan pemerintah dan semua komponen yang memiliki dana sangat terbuka.

“Ini yang dibutuhkan sepakbola NTT masa depan,” ungkapnya.

Sementara Lorenz Fernandes menyoroti soal pembinaan usia dini.

Bagi No Fernandes, sapaan karibnya, pembinaan usia dini menjadi faktor penting dalam mempersiapkan regenerasi sepakbola NTT.

“Saya hanya meminta Om Chris dan tim bisa melakukan pola pembinaan usia dini secara berjenjang dengan baik. Dulu saya bersama Om Roni Patinasarani sudah berdiskusi pola pembinaan usia din, dan sangat diharapkan bisa berjalan di NTT nanti,” ungkap mantan Kapten Persijatim ini.

Menurut legenda tim Merpati Jakarta ini, selain pembinaan usia dini, kompetisi menjadi kerinduan pelatih, pemain dan warga NTT.

“Warga NTT haus hiburan. Pelatih dan pemain butuh kompetisi agar latihan yang dilakukan ada ujungnya di kompetisi. Karena itu, kalau Om Chris terpilih jadi Ketua PSSI, pembinaan dan kompetisi berjalan, sepakbola NTT pasti maju, ” ujar punggawa NTT All Star Jakarta ini.

Setelah mendengar gagasan Chris Mnoeik dalam membangun sepakbola NTT, Anton Kia, legenda hidup lainnya, menyatakan dukungannya.

Menurut pelatih Tunas Muda ini, apa yang disampaikan Chris Mboeik menjadi kunci memajukan sepakbola NTT apalagi dukungan dan sinergisitas bersama Pemerintah Provinsi NTT.

“Kita harus mengakui, untuk sepakbola NTT, tanpa dukungan dari pemerintah daerah, pelaksanaannya belum bisa berjalan baik. Kecuali ada orang swasta yang kuat betul. Kalau mencermati kondisi saat ini, rasanya sepakbola NTT masih butuh bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Sementara Bai Pake, meminta Chris Mboeik agar meningkatkan kemampuan wasit, pelatih dan pengawas pertandingan.

Karena, selama ini kata Bai Pake, kualitas perwasitan dan pelatih masih terbatas. Apalagi dengan biaya wasit yang besar, tentu menghambat proses pelaksanan event sepakbola di NTT.

“Saya sangat mendukung Om Chris Mboeik untuk memajukan sepakbola NTT. Kami siap membantu Om Chris untuk sepakbola NTT,” tegasnya.

Calon Ketua Asprov PSSI NTT Chris Mboeik menyambut baik semua masukkan yang diberikan para legenda hidup sepakbola NTT.

Bagi Chris, catatan yang diberikan para legenda hidup, menjadi acuan penting dalam membangun sepakbola NTT kedepannya.

“Saya ucapkan terimakasih atas masukan dan dukungan dari para legenda. Tentu, membangun sepakbola NTT bukan pekerjaan sendiri atau one man show. Namun ini kegiatan bersama atau kolektif.
Apabila saya terpilih, semua catatan yang disampaikan akan dilaksanakan, dan pengelolaan keuangan Asprov akan dilakukan terbuka dan akuntabel. Ini komitmen dan visi kita bersama untuk majukan sepakbola NTT,” ujar pembina Platina FC ini.

Menurut Wakil Ketua DPRD NTT ini, semua sumber daya yang ada di NTT dan luar NTT, akan dimanfaatkan untuk memajukan sepakbola NTT.

“Kita memiliki akses dan jaringan. Potensi itu harus kita gunakan untuk memajukan sepakbola NTT. Kalau kita bersama, kita pasti bisa,” pungkas wartawan senior ini. (bev/ol)

Leave a Comment