Lion Air Group Keluarkan Syarat bagi Calon Penumpang

Putra Bali Mula

 

Lion Air Group menyampaikan ketentuan seluruh pelaksanaan operasional penerbangan dengan maskapai Lion Air, Wings Air dan Batik Air. Ada sejumlah ketentuan yang diberlakukan dari tanggal 9 Juli hingga 21 Juli 2021.

Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic dalam rilisnya yang diterima VN pada Kamis (8/7) menyampaikan ini.

Ia menyebut calon penumpang wajib RT-PCR 2×24 jam dan kartu vaksin dan ini berlaku baik dari dan tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu dari dan tujuan Kupang, Atambua, Ruteng, Maumere, Larantuka, Ende, Labuan Bajo, Rote, Alor, Ngada, Tambolaka di Sumba Barat Daya, Waingapu dan Lewoleba – Lembata.

Penerbangan lintas seperti Kupang, Atambua, Ruteng, Maumere, Larantuka, Ende, Labuan Bajo, Rote, Alor, Ngada, Tambolaka, Sumba Barat Daya, dan Waingapu juga wajib test antigen yang berlaku satu kali 24 jam, kartu vaksin, serta mengisi e-HAC.

Sehubungan dengan persyaratan dan ketentuan yang diperlukan bagi setiap calon penumpang yang akan melakukan pejalanan udara (penerbangan) selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), periode berjalan dari 9 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.

Ketentuan penerbangan domestik pada periode tersebut, dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan (implementasi) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali, upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19.

Catatan Utama yaitu memperhatikan pemeriksaan kesehatan secara ulang atau acak (random) yang dilakukan oleh otoritas/ lembaga setempat.

Selain itu, wajib RT-PCR/ Swab uji kesehatan seluruh calon penumpang baik bayi, dewasa, lansia atau tidak ada batasan usia wajib uji RT-PCR terutama sesuai dan selama PPKM Darurat.

Vaksin berlaku usia lebih dari 12 tahun, perjalanan untuk kepentingan khusus, kondisi hamil atau sakit tertentu yang belum atau tidak divaksin harus menunjukkan surat keterangan medis yang menyatakan sehat dan alasan detail tidak dapat divaksin.

Untuk transit atau singgah sebentar dan transfer pindah pesawat. Penumpang yang transit dan transfer masih di area ruang tunggu tidak keluar dari bandar udara maka tidak mengikuti PPKM Darurat. Untuk penumpang transit dan transfer dengan keluar bandar udara, maka wajib mengikuti ketentuan PPKM Darurat.

“Aturan ini guna mengutamakan faktor keselamatan, keamanan, kenyamanan (safety first) serta dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan,” kata Danang. (Yan/ol)

Leave a Comment