Lulus, Alumni STM Nenuk Dapat Sertifikat Kompetensi

Pater kepsek SMK St Yosef Nenuk Pater Petrus Dile Bataona menyerahkan sertifikat kompetensi kepada 20 orang alumni sekolah tersebut sebagai pengakuan akan keahlian mereka di dunia kerja.
Pater kepsek SMK St Yosef Nenuk Pater Petrus Dile Bataona menyerahkan sertifikat kompetensi kepada 20 orang alumni sekolah tersebut sebagai pengakuan akan keahlian mereka di dunia kerja.

Stef Kosat

Dalam rangka meningkatkan daya saing di dunia kerja dan jenjang karir yang cemerlang, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St.Yosef Nenuk membekali sertifikat kompetensi keahlian bagi alumni Jurusan Desain Pemodelan & Informasi Bangunan (DPIB) dan Jurusan Bisnis Konstruksi & Properti (BKP) bagi 20 lulusannya.

Sertifikat kompetensi yang dimiliki akan menjadi bukti kemampuan yang diakui oleh lembaga pemerintah dan dunia usaha. Sertifikat ini akan menjadi parameter kemampuan lulusan SMK agar memudahkan untuk direkrut oleh perusahaan. Tentunya juga akan mendapatkan jenjang karir yang sesuai dengan hasil uji kompetensi.

Pater Kepala Sekolah SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD kepada media, Jumat (30/7) mengatakan pembekalan dan pembagian sertifikat ini sudah dimulai pada tahun 2020 lalu untuk jurusan DPIB yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Wilayah IV Surabaya di bawah nauangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Strategi kerjasama dengan LPJK ini dibuat agar anak-anak betul mendapatkan legalitas pengakuan bahwa mereka berkompeten, punya kualifikasi tertentu khususnya di bidang bangunan dalam lingkup dunia kerja nanti,” jelas Pater Dile.

“Ini angkatan kedua yang dibekali dengan sertifikat kompetensi. Sedangkan tahun lalu adalah angkatan pertama juga menerima sertifikat yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan sertifikat kompetensi diakui di tingkat nasional dan internasional sehingga lulusan bisa berkarya dimana saja.

Sementara itu Guru Senior SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Ale Kayus, mengatakan, pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurutnya, tujuan utama keberadaan SMK pada umumnya adalah mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidangnya untuk siap kerja.

SMK Katolik St.Yosef Nenuk, kata Ale, berupaya dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti dunia industri (DUDI) atau institusi-institusi yang bergerak di bidang kejuruan demi peningkatan kompetensi siswa. SMK Katolik St. Yosef Nenuk telah bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementriaan PUPR RI yang telah mengadakan kesepakatan dengan Dirjen SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk melaksanakan diklat sertifikasi kompetensi bagi siswa DPIB dan BKP yang telah berlangsung untuk dua angkatan.

“Bagi mereka yang mengikuti diklat sertifikasi kompetensi ini bila dinyatakan berkompeten di bidang kejuruan yang ditekuninya akan diberikan sertifikat. Sertifikat ini sangat bermanfaat untuk mendapat legalitas bila bekerja. Saat ini Dudi membutuhkan tenaga yag memiliki sertifikat kompetensi. Karena itu tamatan SMK St.Yosef Nenuk selain diberi ijazah juga harus memiliki sertifikat kompetensi. Jadi sertifikasi kompetensi ini demi mendapat pengakuan dunia kerja,” tambahnya.

Sedangkan Kapro DPIB sekaligus Penyelenggara Kegiatan Uji Keterampilan kerja, Maria Floriana Halek, mengatakan, SMK Katolik St.Yosef Nenuk telah bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Wilayah IV Surabaya Kementriaan PUPR RI yang telah mengadakan kesepakatan dengan Dirjen SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Secara teknis, untuk melakukan ujian sertifikasi keterampilan, pihak sekolah telah bekerjasama dengan LPJK  Wilayah IV Surabaya untuk menerbitkan sertifikat keterampilan kerja juru gambar/drafter, arsitek untuk jurusan DPIB dan Mandor batu/bata/beton untuk jurusan BKP dengan kualifikasi kelas dua.

Diklatnya secara online selama dua hari dengan materi seputaran jurusan bangunan dan setelah itu baru dilanjutkan dengan jadwal ujian.

“Gelombang tahun lalu diklatnya dilakukan secara online sedangkan untuk gelombang kedua ini materinya online tapi ujiannya tatap muka dengan tim penguji dari LPJK, Assesor drafter dan mandor dari Unika Kupang dan Dinas PUPR Provinsi NTT,” ungkap Voni sapaan akrabnya.

Untuk ujianya, ada dua jenis yakni ujian wawancara dan praktek sesuai keterampilan.

Ia mengatakan peserta diklat sertifikat kompetensi gelombang kedua ini berjumlah 23 orang namun 3 orang berhalangan hadir karena sedang mengikuti tes lain.  Jadi yang hadir hanya 20 orang dan semuanya lulus.

“Sebagai Kapro DPIB, saya merasa bangga dengan kegiatan pembagian sertifikat kompetensi ini. Selama ini sertifikat pengalaman kerja hanya diperoleh dari Dudi saja,” ungkapnya.

“Dengan adanya diklat ini, kiranya siswa bisa dibekali dengan sertifikat kompetensi sehingga bisa diakui dan bersaing di dunia kerja,” tambah Voni.

Menurut rencana,  tahun depan akan kita adakan diklat sama lagi sertifikat kompetensi untuk jurusan DPIB, BKP dan Teknik Pemesinan.

Alumnus SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Alexander Ridwan Saunoah mengaku bahagia sebagai salah satu peserta penerima sertifikat kompetensi.

“Semoga sertifikat kompetensi ini berguna dan bermanfaat untuk saya dalam bekerja nanti,” ungkapnya. (bev/ol)

 

Leave a Comment