MA Tolak Kasasi, Didakus Leba Divonis 13 Tahun Penjara

Terdakwa Didakus Leba (Pakai rompi) saat diamankan di Kejati NTT.

Simon Selly

Mahkamah Agung Republik Indonesia, menolak gugatan Kasasi dari terdakwa Didakus Leba yang merupakan mantan Kepala Bank NTT Cabang Surabaya.

Dalam petikan putusan hakim kasasi dalam pasal 226 juncto pasal 257 KUHAP, nomor 2391 KIPid.Sus/2021, Mahkamah Agung yang memeriksa perkara tindak pidana korupsi pada tingkat kasasi yang dimohonkan terdakwa Didakus Leba menolak permohonan kasasi terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Kota Kupang, Hendrik Tiip kepada VN, Rabu (28/7) petang membenarkan bahwa JPU telah menerima salinan putusan hakim kasasi pada tingkat Mahkamah Agung atas terdakwa Didakus Leba.

Hendrik menerangkan dalam salinan putusan tersebut, rapat musyawarah majelis hakim agung pada Senin 12 Juli 2021, yang dipimpin oleh hakim ketua Suhadi yang didampingi hakim anggota Eddy Army dan hakim Ansori memutuskan bahwa menolak kasasi terdakwa Didakus Leba.

Putusan hakim agung menguatkan putusan pengadilan tinggi NTT yang menjatuhkan pidana kurungan selama 13 tahun penjara bagi Didakus Leba selain itu terdakwa juga dibebankan untuk membayar denda senilai Rp 700 juta.

“Jika uang denda tidak dibayar maka akan digantikan dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” jelas Hendrik.

“Uang yang disita Rp200 juta rupiah, serta uang yang sebelumnya dititipkan oleh terdakwa kepada JPU senilai Rp85 juta, sesuai putusan hakim dirampas untuk Negara dan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara senilai Rp285 juta rupiah,” terang Hendrik.

Terdakwa Didakus Leba merupakan mantan pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya yang terlibat dalam kasus korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan investasi jangka panjang dari Bank NTT Cabang Surabaya pada tahun 2018 lalu. Dalam kasus tersebut, negara mengalami kerugian senilai Rp149 miliar. (Yan/ol)

Leave a Comment