Magang Diubah jadi Pelatihan Standar Internasional

Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Provinsi NTT Silvya Peku Djawang
Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Provinsi NTT Silvya Peku Djawang

Maykal Umbu

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Provinsi NTT terus melanjutkan program magang ke luar negeri tahun 2022. Namun akibat pandemi covid-19 program tersebut diubah menjadi pelatihan dengan standar internasional.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinkopnakertrans) Provinsi NTT Silvya Peku Djawang saat ditemui VN, di ruang kerjanya, Senin (30/5).

Silvya mengatakan, program pemagangan tersebut tetap dilanjutkan karena program pemerintah ini mengenai RPMJ tahun 2018-2023 maka pada tahun 2019 lalu diawali untuk menjalankan program tersebut.

“Kita sudah sempat menghitung kembali dan memang secara pendanaan sangat besar anggarannya. Akan tetapi, tahun 2020 sudah adanya refocusing maka jangankan magang ke luar negeri, pelatihan pun batal,” tambahnya.

Selain refocusing, beberapa negara menutup akses masuk ke wilayahnya sehingga pemerintah belum mengurus hal tersebut.

“Program ini tetap melanjutkan, bahkan Universitas Griffith menyambut baik hal tersebut, tetapi kondisi pendanaan dan pandemi Covid-19 mengacaukan semuanya,” ungkap Silvya.

Menurutnya, pada awal tahun 2021 lalu, pihaknya telah mengubah sedikit RPMJ terkait pelatihan pemagangan. Pola tersebut diubah dari dimagangkan ke luar negeri menjadi pelatihan berstandar internasional.

“Salah satu upayanya adalah manaikkan standar pelatihan menjadi internasional,” ujarnya.

Perubahan tersebut, lanjutnya, dimulai dari pembangunan UPT BLK dan kepengurusannya dialihkan ke nasional. “Pengalihan sudah disetujui oleh Gubernur NTT. Saat ini sedang diproses ke kementrian dan telah disetujui, kemudian sudah dibahas di DPRD karena ada pengalihan kewenangan dan sebagian PAD yang akan maka perlu dibahas,” ujar Silvya.

 

 

Terapkan Ilmu Universitas Griffith
Tahun 2019 lalu, Pemerintah Provinsi NTT telah mengirim pemuda-pemuda terbaiknya magang di Universitas Griffith Quennsland Australia guna memperdalam ilmu tentang pengembangan pariwisata.

Program tersebut dimulai dengan melakukan seleksi tehadap 25 pemuda dari berbagai daerah di NTT. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan kursus bahasa Inggris dan pada bulan September diberangkatkan ke Australia.

Kepada VN, kemarin, Gabriella Angelica, salah satu peserta magang di Universitas Griffith asal Kabupaten Alor, mengatakan program tersebut berlangsung selama 5 minggu dan peserta magang kuliah singkat di Universitas Griffith.

“Tiga minggu pertama kita kuliah di salah satu kota namanya Cootown, kemudian dua minggu terakhir di wilayah bagian lainnya,” ujarnya.

Selama di Universitas Griffith, lanjut Gabriella, peserta magang fokus pada kuliah. Materinya terkait bagaimana melihat Australia dalam memanajemen program pariwisatanya.

“Harapannya ketika pulang ke Indonesia khususnya NTT, pserta magang sudah mempunyai bekal untuk menjalani usaha masing-masing di bidang pariwisata,” jelasnya.

Selain kuliah dan seminar, peserta diberi kesempatan melihat langsung orang Australia memperlakukan warga Indonesia di sana.

“Kebetulan saya mempunyai usaha penginapan kecil, setelah mendapatkan materi dan pengalaman saya menerapkan ilmu tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu yang didapatkan seperti berinteraksi dengan orang lain maupun memperlakukan orang itu hal biasa, tetapi ketika melihat langsung yang mereka lakukan pikiran langsung terbuka.

“Menurut saya salah satu yang paling penting adalah lebih kepada pengalaman hidup dan relasi seperti para profesor dan pengusaha,” ungkapnya. (mg-21/ari)

Leave a Comment