Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kupang Ikut Tangani Stunting

Putra Bali Mula

Poltekkes Kemenkes Kupang sering menurunkan mahasiswa ke daerah-daerah untuk berbagai kegiatan termasuk terlibat dalam penanganan stunting.

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, Agustina Setia, menyampaikan ini saat dihubungi VN, Selasa (29/6).

“Kalau untuk TTS saya tidak bisa tanggapi karena kami belum pernah terlibat kegiatan dan penelitian disana. Seharusnya tahun ini kami praktik di sana, hanya Pemda tidak terima karena COVID-19,” ujarnya.

Untuk masalah stunting, kata dia, pihaknya dan Kabupaten Kupang terlibat dalam pelaksanaan PKL (praktek kerja lapangan). Semenjak di Kota Kupang pihaknya terlibat dengan Puskesmas Oesapa.

“Dengan mendukung program mereka kami menurunkan mahasiswa semester lima, dengan kegiatan pendampingan keluarga balita gizi buruk,” jelasnya.

Satu mahasiswa diprogramkan untuk dua keluarga. Penelitian edukasi juga dilakukan pada keluarga pasca rawat gizi buruk untuk mencegah tidak dirawat ulang dengan kasus yang sama.

Sementara untuk masalah PMT (pemberian makanan tambahan), selama covid ini mahasiswa tidak bisa melakukan praktik di puskesmas.

“Kalau kenyataan di lapangan kelompok berisiko seperti ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik) anak balita, BB (berat badan) kurang dan sangat kurang, mereka juga dapat makanan tambahan,” kata doa.

Sebagai akademisi, jelasnya, dalam penanganan stunting akan berhasil khusus dalam 1000 HPK (hari pertama kelahiran) dan butuh komit dari keluarga.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. (bev/ol)

Leave a Comment