Mahasiswa UPG 1945 Rebut 2 Program Pemberdayaan dari Kemendikbud

Yapi Manuleus

Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 berhasil merebut 2 Program Pemberdayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada bulan Juli 2021 ini dengen tema stunting (Gizi Buruk) dan air bersih.

Dosen Pembimbing, sekaligus Ketua Program Studi FKIP Sejarah UPG 1945 Melki Lalay saat di konfirmasi VN pada Jumat (29/7) mengatakan dengan keberhasilan tersebut, Mahasiswa-Mahasiswi UPG 1945 mampu membuktikan kualitasnya dengan memiliki kecerdasan Intelektual, Spiritual, Adversial, Finansial dan Sosial, sehingga mampu merebut 2 Program Pemberdayaan Desa pada Tanggal 5 Juli 2021 kemarin.

Selama ini UPG 1945 memiliki Mahasiswa-mahasiswi yang sangat aktif berkompetisi dalam berbagai kompetisi Ilmiah.

“Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dua organisasi Mahasiswa internal Kampus UPG 1945, yang mampu bersaing dengan 2 ribu kampus di seluruh Indonesia dalam program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Yang bertemakan Stunting dan Gisi Buruk di NTT,” Katanya.

Keberhasilan mahasiswa UPG 1945, karena para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut telah melakukan berbagai kajian mendalam.

“Untuk menanggulangi angka Gisi Buruk dan Kekurangan air bersih di NTT perlu dilakukan berbagai kajian yang mendalam agar bisa memenuhi norma Kode Etik, dan Kaidah Keilmuan, sehingga kami mampu mendapatkan ini,” ujarnya.

Pagu anggaran untuk dua program dari kementerian pendidikan untuk Mahasiwa UPG 1945 NTT sebesar Rp72 Juta di luar Kontribusi 10% dari UPG 1945.

Ketua Pelaksana Grace Yudi, menuturkan motivasi mereka sehingga bisa berhasil dalam program itu yakni ingin ambil bagian dalam menanggulangi persoalan stunting dan air bersih di NTT.

“Dua program ini masyarakat NTT sangat membutuhkan, sehingga mereka berharap bisa ada perubahan agar mereka bisa menjadi sedikit lebih tenang. Dengan adanya kegiatan PHP2D dan juga sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa UPG 1945 NTT yang ingin masyarakatnya berada di posisi yang baik dan nyaman,” ujarnya.

“Karena kita sebagai Mahasiswa harus menunjukan hal yang nyata di tengah-tengah kekurangan Masyarkat,” tutupnya. (yan/ol)

Leave a Comment