Makam Covid-19 terus Bertambah, Pemkot akan Sediakan Breaker

Inilah makam Covid-19 di TPU Damai Fatukoa. Jarak setiap makam cukup jauh sehingga terjadi pemborosan lahan. Foto: Yapi Manuleus/vn.

Yapi Manuleus

Lokasi tanah lapang yang disediakan untuk memakamkan Jenazah Covid-19 di TPU Damai Fatukoa terus terkikis seiring bertambahnya makam korban Covid-19 di lokasi itu.

Terpantau VN pada Jumat (23/7) siang, salah satu hamparan lokasi yang disediakan pertama sudah dipenuhi makam. Makam-makam itu dibuat tidak beraturan dan terlihat seperti pemborosan lahan, karena digali Excavator yang sudah disediakan sebelumnya di lokasi tersebut.

Jarak dari satu makam ke makam yang lainnya terlihat kurang lebih 3 hingga 4 meter, sehingga terjadi pemborosan lahan di lokasi itu. Sedangkan makam-makam umum yang bukan merupakan makam Covid-19 yang digali secara manual dan terpisah dengan makam-makam Covid-19 terlihat rapi.

Kini makam Covid-19 sudah berpindah lagi di lokasi makam yang awalnya disiapkan sebagai makam Blok Katolik. Makam-makam itu pun banyak yang tidak tertata dengan rapi.

Sedangkan Excavator yang disediakan di lokasi itu terus menggali lubang makam Covid-19. Bagian barat dari lokasi malam itu sudah sampai di tebing yang sedikit curam, di bagian Selatan sudah sampai di kaki bukti yang cukup tinggi, sedangkan di bagian Timur dan Utara sudah berbatasan dengan jalan raya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu Lape yang dikonfirmasi VN di ruang kerjanya mengenai hal tersebut, mengakui penggalian makam menggunakan excavator menyebabkan pemborosan lahan.

“Kita harus maksimalkan lahan yang ada, dalam artinya begini. Kemarin itu kan memang darurat betul, jadi penggunaan alat berat itu terkesan boros lahan,” katanya.

“Oleh karena itu kemarin kita rapat dengan pak Wali, diusulkan untuk kita adakan breaker, jadi kalau dengan breaker kan lebih teratur,” tambahnya.

Rencananya, lanjut dia, di bagian celah dari makam-makam Covid 19 sebelumnya yang masih kosong akan segera digali menggunakan breaker agar bisa dimanfaatkan.

“Memang ini keadaan darurat, jadi tidak bisa kita tunggu. Mau tidak mau kita tangani sambil benahi. Intinya tidak boleh ada jenazah yang tidak terurus,” tutupnya.

Sementara Ketua Kordinator Penggalian Makam di TPU Damai Fatukoa Anton Saijo, yang sempat dikonfirmasi VN mengaku hingga saat ini makam Covid-19 di TPU Damai Fatukoa tercatat sudah mencapai hampir 400 makam. (Yan/ol)

Leave a Comment