Mantan Wakil Bupati TTU Dampingi Anak dan Menantu Terima SK PNS

Bupati TTU Juandi David menyerahkan SK kepala ketiga anak dan menantu mantan Wakil Bupati TTU.
Bupati TTU Juandi David menyerahkan SK kepala ketiga anak dan menantu mantan Wakil Bupati TTU.

Gusty Amsikan

Mantan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) periode 2015-2020 Aloysius Kobes menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati TTU, Juandi David-Eusabius Binsasi atas kebijaksanaan sebagai Kepala Daerah dalam memperjuangkan nasib anak dan menantunya yang lulus tes CPNS formasi umum tahun 2018 namun berkas administrasinya tidak diproses oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terdahulu.

Hal itu disampaikan Mantan Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes, ketika mendampingi ketiga anak dan menantunya menerima Surat Keputusan (SK), Penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU, Senin (20/9).

Aloysius mengatakan tiga anak dan menantunya Maria Stefania Deno, Emanuel Krisantus Kobes, dan Ansela Maria Kartini Kobes telah lulus seleksi CPNS formasi umum pada tahun 2018 lalu. Sayangnya, berkas administrasi ketiganya tidak diproses oleh PPK terdahulu. Saat mengetahui bahwa PPK tidak memberikan rekomendasi, ketiga anak dan menantunya langsung melayangkan permohonan ke Presiden Joko Widodo, dengan tembusan kepada semua pihak terkait di antaranya BKN, Kemenpan-RB, Gubernur NTT, Ombudsman Perwakilan NTT, LBH, dan hampir semua Anggota DPR RI asal Provinsi NTT.

Setelah melayangkan permohonan, pihaknya pun langsung menyusul ke Jakarta untuk mengecek tindak lanjut surat permohonan tersebut di Sekretariat Negara. Ternyata, telah ada surat yang dilayangkan kepada Kepala Daerah terdahulu selaku PPK untuk memproses berkas ketiga anak dan memantunya. Namun, surat tersebut diabaikan dan tidak ditindaklajuti oleh PPK.

“Kami terus berjuang dengan membangun komunikasi bersama Ombudsman RI sebagai lembaga yang memantau pelayanan publik di semua lini yang menjadi sasaran kegiatan mereka. Ombudsman terus mendorong rapat bersama Mendagri, Menpan, BKN Kanreg X Denpasar. Akhirnya tiba pada keputusan bahwa ketiga anak dan menantu saya harus diangkat karena ini soal hak asasi,”ungkap Aloysius.

Ia menambahkan dirinya sebagai orang tua sangat berterimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati TTU yang telah sangat bijaksana melihat persoalan tersebut sebagai kewajiban PPK.

Bupati TTU, Juandi David, dalam sambutannya mengatakan penetapan SK tiga CPNSD formasi tahun 2018 Kabupaten TTU, atas nama Maria Stefania Deno, Emanuel Krisantus Kobes, dan Ansela Maria Kartini Kobes, telah melalui proses yang sangat panjang dan akhirnya dapat diselesaikan. Ketiga CPNSD tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dengan sebaiknya-baiknya.

“Hal ini sejalan dengan janji politik saya dan Bapak Wakil Bupati, agar dapat menata birokrasi di Kabupaten TTU secara adil dan akuntabel. Maka sejak beberapa bulan yang lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten TTU segera mengajukan permohonan persetujuan untuk melanjutkan proses penetapan NIP CPNS Tahun 2018
untuk ketiga peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi CPNSD tahun 2018 kepada Kemenpan RB,”jelas Juandi.

Ia menambahkan setelah mendapat persetujuan tersebut Pemerintah Daerah kembali menyampaikan usulan penetapan NIP ketiga CPNS tersebut kepada Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar. Berlandaskan itikad baik dan kerjasama semua pihak, akhirnya pada tanggal 2 September 2021 BKN X Denpasar menerbitkan penetapan NIP tiga orang peserta CPNSD tersebut.

“Semua proses yang dilakukan hingga hari ini kita menyaksikan penyerahan SK CPNS formasi tahun 2018, semata-mata berlandaskan prinsip keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Oleh karenanya, saya mengharapkan semua pihak untuk berhenti berpolemik. Mari kita bersama sama membangun daerah TTU tercinta yang dimulai dengan penataan birokrasi yang handal dan akuntabel,”imbuhnya.(bev/ol)

Leave a Comment