Mendagri Dorong Pemulihan Ekonomi NTT

Mendagri RI Tito Karnavian didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi memberikan arahan kepada para para bupati dan wali kota di Aula El Tari Kupang, kemarin. Foto: Kekson/VN
Mendagri RI Tito Karnavian didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi memberikan arahan kepada para para bupati dan wali kota di Aula El Tari Kupang, kemarin. Foto: Kekson/VN

Pemerintah NTT perlu menyiapkan sektor lain di luar sektor pariwisata dalam membangun ekonomi NTT.

 

Kekson Salukh

Mentri dalam negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian mendorong Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh kepala daerah untuk membangun ekonomi bangsa melalui berbagai sektor.

Permintaan itu disampaikan Mendagri saat kunjungan kerja di aula El Tari Kupang, Rabu (3/6).

Mendagri didampingi Nyonya Tri Suswati Karnavian selaku Ketua TP PKK tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 14.30 WITA disambut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi.

Mendagri langsung diarak menuju aula El Tari. Di sana Mendagri memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah se-NTT terkait realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021 dan penanganan covid-19.

Turut Hadir Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni, Forkopimda NTT, seluruh Kepala Daerah di provinsi NTT, staf khusus Gubernur NTT, dan ratusan tamu undangan lainnya.

Menurut Mendagri, Pemerintah Pusat dan daerah harus bekerjasama memulihkan ekonomi Indonesia lebih dari lima persen walaupun di tengah pandemi covid-19.

“NTT memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa sehingga pengembangan pariwisata di NTT sangat membantu pertumbuhan ekonomi bangsa,” katanya.

Selain itu, kata Mendagri Tito, Pemerintah NTT perlu menyiapkan sektor lain di luar sektor pariwisata dalam membangun ekonomi NTT.

“Bapak Presiden menginginkan pertumbuhan ekonomi kita itu harus mencapai 7 persen lebih. Sehingga percepatan belanja pemerintah baik APBN maupun APBD harus dilakukan secara baik,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak di NTT untuk menerapkan prokes secara baik, khususnya penggunaan masker yang harus diperhatikan secara baik agar bisa menekan angka covid-19.

“Kampanye dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan covid-19 harus dilakukan secara baik agar tidak menimbulkan penambahan angka covid-19, ” pintanya.

Ia berharap pemerintah daerah mengupayakan testing PCR maupun Screening. Minimal satu kabupaten/kota bisa memiliki satu mesin PCR.

“Sumba Timur sudah punya mesin PCR. Kabupaten lain juga harus begitu, dan melatih nakesnya untuk menjadi vendornya. Kalau angka covid-19 naik terus maka kita harus rem, dengan cara bagikan masker di berbagai titik. ” tukasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer, tidak membuat kerumunan, serta melakukan olahraga setiap hari.

Di akhir kegiatan, Mendagri menyerahkan secara simbolis bantuan 64 ribu picis masker kepada Wakil Ketua TP PKK provinsi NTT yang diterima Nyonya Maria Fransisca Djogo.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam arahannya meyakini sektor pariwisata merupakan salah satu primadona yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Menurut Gubernur, NTT yang dulu di kenal dengan sebutan Nasib Tiada Tentu berubah menjadi Nikmat Tiada Tara karena keindahan, dan kekayaan alamnya yang sangat luar biasa.

Prime mover ekonomi di NTT itu adalah sektor pariwisata sehingga saya sedang mengubah mindset staf saya di kantor agar bagaimana membangun pariwisata dengan kerja-kerja yang luar biasa,” pungkasnya. (mg-10/ari)

Leave a Comment