Menitikan Air Mata, Lopez Mengaku Diperlakukan dengan Manusiawi

DPO Frederikus Lopez saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Simon Selly

Frederikus Lopez, DPO kasus jalan Haumeniana Inbate TTU tahun 2013 ditangkap di jakarta dan telah tiba di NTT untuk mengikuti proses selanjutnya.

Meski ditahan, DPO Lopez mengaku diperlakukan dengan sangat manusiawi oleh pihak Kejaksaan TTU baik sejak penangkapan hingga saat ini.

“Walaupun saya begini tapi Pak Kajari membuat saya seperti manusia,” kata Lopez sambil menitihkan air mata dalam jumpa pers, Senin (21/6) pagi.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten TTU, Robert Jimmy Lambila menjelaskan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Frederikus Lopez divonis selama lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.

Menurutnya, usai ditangkap oleh tim Tangkap Buron (Tabur) Kejari TTU, terpidana diterbangkan dari Jakarta pukul 03 : 00 Wita dini hari dan tiba di Kupang pukul 06 : 00 Wita menggunakan pesawat.

Setelah tiba di Kupang, terpidana yang masuk dalam DPO sejak tahun 2017 lalu digiring menuju Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk dilakukan pemeriksaan. Terpidana juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 431 juta

Roberth mengatakan terpidana mengaku setelah lepas demi hukum tahun 2017 lalu, Lopez berangkat ke Jakarta dengan alasan ingin bekerja untuk menghidupi keluarganya.

“Setelah ditangkap oleh Tim Tabur Kejari TTU dan dukungan dari Kejagung RI, kami akan bawa terpidana ke Rutan Kefamenanu untuk menjalani masa hukumannya di sana,” kata Robert.

Ia menambahkan, saat ini Kejari TTU tidak memiliki terpidana yang masuk dalam DPO karena semuanya telah ditangkap oleh tim Tabur Kejari Kabupaten TTU. (bev/ol)

Leave a Comment