Mentalitas Inggris yang Bicara

DOK REUTERS BALAS DENDAM: Empat tahun berselang setelah ditaklukkan Inggris 4-2 di Final Piala Dunia 1966, Jerman (Barat) menalukkan Inggris di perempat final Piala Dunia Meksiko 1970. Jerman menang 3-2 juga lewat perpanjangan waktu seperti di Wembley 1966.
DOK REUTERS BALAS DENDAM: Empat tahun berselang setelah ditaklukkan Inggris 4-2 di Final Piala Dunia 1966, Jerman (Barat) menalukkan Inggris di perempat final Piala Dunia Meksiko 1970. Jerman menang 3-2 juga lewat perpanjangan waktu seperti di Wembley 1966.

Setiap kali The Three Lion Inggris akan bertarung melawan Der Panzer Jerman dalam turnamen sepakbola, yang selalu menyeruak adalah Sejarah pertemuan kedua tim nasional! Bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan bagi rakyat Inggris, diupgrade tanpa ditutup-tutupi.

Ini membuat bayang-bayang kekalahan selalu menghinggapi mental para pemain saat turnamen tiba.  Beruntung, para pemain The Three Lion di EURO 2020 adalah pemain muda yang ketika laga-laga menyakitkan itu berlangsung, mereka bahkan belum lahir.

Striker Markus Rashford dan gelangan Phil Foden sudah meminta rekan-rekannya untuk tak perlu memikirkan sejarah kelam. Pelatih Inggris Gareth Southgate pun memotivasi anak-anak asuhannya untuk tidak perlu memikirkan masa lalu. “Main set kami sudah berubah.  Tidak masalah apa yang telah terjadi di masa lalu. Kami harus melihatnya sebagai tantangan daripada takut. Keberanian yang kami pegang sebagai sebuah tim untuk menghadapi Jerman,” tegasnya.

Simon Hart, seorang reporter asal Inggris, Senin (28/6) menyebut bahwa sejarah Inggris dalam pertandingan sistem gugur sebuah turnamen didokumentasikan dengan baik. “Tidak ada kemenangan sejak 1966. Begitu juga sejarah pribadi Gareth Southgate yang sakit hati gagal penalti semifinal EURO 1996,” sebut mantan reporter olahraga Daily dan Sunday Telegraph itu.

Ya, Inggris tidak pernah mampu mengalahkan Jerman dalam sebuah turnamen resmi. Hanya di Final Piala Dunia 30 Juli 1966, Inggris sukses mengalahkan Jerman 4-2 di Stadion Wembley. Itulah partai paling dikenang sepanjang sejarah sepakbola Inggris.

Jerman unggul terlebih dahulu lewat Helmut Haller menit ke-12. Namun sundulan Geoff Hurst menyamakan kedudukan enam menit kemudian. Martin Peters menjebol gawang Jerman yang dikawal Hans Tilkowski menit ke-78. Jerman mampu mencetak gol satu menit sebelum pertandingan berakhir lewat Wolfgang Weber. Di waktu tambahan waktu 2 x 15 menit, Hurst akhirnya membawa Inggris menjadi juara dunia, setelah mencetak dua gol pada menit ke-101 dan ke-120.

 

Waspadai Kecepatan
Untuk menghadapi Inggris besok, pelatih Joachim Low meminta Tony Kross dkk untuk mewaspadai kecepatan Inggris yang bermain di kandang sendiri. Sudah pasti Harry Kane dkk akan menyerang terbuka.
Low yang biasa memainkan tiga bek, kemungkinan akan memasang empat orang bek guna membendung serangan Inggris. “Ini akan lebih terbuka daripada melawan Hungaria, tetapi kami harus benar-benar berada di posisi kami sendiri (pertahanan),” tegasnya.

Philip Rober, reporter Jerman menulis, Low perlu memasang Leon Goretzka untuk menambah daya gedor.  Der Panzer juga tidak perlu meladeni kecepatan Inggris tapi mengamankan areal belakang agar kejadian lawan Hungaria tidak terulang. “Low telah berlatih penalti selama pelatihan dalam beberapa hari terakhir,” pungkasnya.
Striker senior Thomas Müller mengingatkan rekan-rekannya untuk mengutamakan kolektivitas (kerja sama tim) sebagai dasar permainan Jerman dan mentalitas tak pernah menyerah sebelum pertandingan usai.

“Kami sukses karena (berfungsi) sebagai satu unit. Kami tidak memiliki individu yang mengungguli semua orang di dunia sepak bola. Tetapi kami memiliki banyak pemain yang memahami bahwa mereka dapat memberikan kontribusi penting bagi kolektif,” tegasnya. Ya, pada akhirnya mental yang bicara. Mental siapa yang unggul? Inggris ataukah Jerman? Menarik ditunggu. (paa/pol/R-2)

Leave a Comment