Mentri Investasi Ingin Mahasiswa Tak Melulu Jadi PNS

 

 

 

Putra Bali Mula

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, membawakan kuliah umum di Universitas Citra Bangsa (UCB), Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahlil ingin mahasiswa tidak saja menjadi PNS tetapi juga berwirausaha.

Bahlil yang tiba di Ibu Kota Provinsi NTT pada Sabtu siang (22/5) mengisi kuliah umum di UCB mengenai tuntutan kompetensi dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di era digital.

Bahlil Lahadalia sendiri dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 April sekaligus sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bahlil ditemani Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) NTT, Abraham Liyanto dan calon Kadin Pusat, Arsjad Rasjid. Kadin dari beberapa provinsi lainnya juga turut menemani Bahlil saat tiba di lantai 5 gedung UCB.

Liyanto menyebut kehadiran Bahlil tentunya untuk membuat investasi di NTT yang merupakan provinsi dengan ekonomi rendah dapat lebih baik.

“Karena investor datang tapi kosong. Dengan Pak Menteri yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat tentu akan lebih baik,” ungkapnya.

Bahlil sendiri ingin sumber daya manusia yang bisa dioptimalkan lebih rendah dari negara Asia seperti Singapore.

Ia menyebut yang dapat menjamin kualitas mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri bukan kampus atau universitasnya. UCB juga harus mampu bersaing dengan universitas besar lainnya di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia termasuk NTT memerlukan jumlah enterpreneur atau wirausahawan yang lebih banyak. Enterpreneur dari anak muda yang tamat dari pendidikan tinggi hanya 35 persen saat ini. Untuk itu ia mengajak mahasiswa dapat berwirausaha termasuk juga mahasiswa kedokteran maupun perawat tidak menutup kemungkinan dapat berwiraswasta.

Mahasiswa punya tiga kemampuan, kata dia, yaitu intelektual dalam menguasai berbagai disiplin ilmu, profesionalisme mengimplementasikan ilmunya, dan terakhir adalah mampu menyelesaikan persoalan. Dengan itu mahasiswa dapat membantu negara dalam mendorong lapq Raangan usaha di Indonesia.

“Menjadi pengusaha adalah solusi terbaik,” ungkapnya.

Setelah mengisi kuliah umum itu ia akan bertemu dengan para pelaku usaha Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Aston Kupang hari yang sama pukul 15.30 Wita. (bev/ol)

Leave a Comment