Milenial NTT Bisa Ciptakan Banyak Startup Digital Baru

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Philip Gobang dalam acara Road to Kilau Digital Permata Flobamorata di Aston Kupang, Kamis (27/5).

Putra Bali Mula

 

Adanya pembangunan infrastruktur, jaringan komunikasi dan akses internet di NTT diharapkan mendorong milenial NTT dapat menciptakan berbagai platform digital usaha dan startup baru.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Philip Gobang dalam acara Road to Kilau Digital Permata Flobamorata di Aston Kupang, Kamis (27/5).

Kemekominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menggelar pembangunan BTS 4G di seluruh wilayah 3 T dengan target pembangunan 7.904 desa di seluruh Indonesia dan kawasan Timur yang mendapat porsi 65 persen. NTT tahun ini dibangun 422 BTS 4G di 16 kabupaten di NTT.

Saat seluruh desa terkoneksi maka Diskominfo akan membangun ekosistem digital yaitu terkait ekonomi kreatif khususnya UMKM NTT dan meningkatkan produktivitas UMKM.

“Ini dijawab dengan kolaborasi sejak awal tahun ini hingga 2022 agar seluruh desa terkoneksi dengan akses internet,” kata dia.

Kualitas produk yang harus terjamin begitupun dengan ketersediaan barang atau kuantitasnya. UMKM dengan akses internet dapat membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk menciptakan lapangan kerja baru.

“Bahkan mereka bisa membuka perusahaan atau startup baru,” ujarnya.

Startup dari bumi flobamora menurut dia tidak mustahil muncul dengan adanya akses internet yang meluas. Percepatan digital, kata dia, menjadi prioritas Jokowi yaitu terkait akses informasi komunikasi hingga desa, peta digital baik kesehatan pendidikan layanan jasa lainnya.

Menurutnya, skema ekonomi dari bank juga perlu dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan usaha.

Kominfo juga mempunyai program literasi digital untuk 50 juta masyarakat sebagai target dalam pelatihan keterampilan digital seperti etika, keamanan, kecakapan dan budaya sehingga pemanfaatan internet digunakan untuk sosial dan ekonomi. Juga ada Program Digital Scholarship.

“Sehingga menghindari kegiatan yang tidak produktif, seperti habis untuk media sosial yang tidak positif,” lanjut dia. (Yan/ol)

Leave a Comment