Miracolo Rossocrociato a Bucarest

REUTERS TAK TERKALAHKAN: Inilah Headline Media Olahraga paling berpengaruh di Spanyol yang memberi judul Inolvidable atau tak terkalahkan.
REUTERS TAK TERKALAHKAN: Inilah Headline Media Olahraga paling berpengaruh di Spanyol yang memberi judul Inolvidable atau tak terkalahkan.

Swiss mencetak sejarah! Swiss untuk pertama kali dalam sejarah menang lewat babak adu penalti di turnamen besar internasional usai menaklukkan juara Piala Dunia 2018 Prancis, Selasa (29/6) di Stadion Nasional Bucharest, Rumania.

Anak-anak asuhan Vladimir Petcovic juga mencatatkan sejarah pertama kalinya berada di fase perempat final setelah melakukannya pada Piala Dunia 1954 silam.

Tak heran bila media Swiss rsi.ch. (Radiotelevisione Svizzera) membuat headline berita untuk menggambarkan dahsyatnya kemenangan Swiss itu.
Miracolo Rossocrociato a Bucarest! (Keajaiban merah putih di Bucharest). Tulis rsi.ch dengan foto master Petcovic sedang diangkat salah seorang pemain.

Spanyol pun demikian. Koran olahraga terkemuka di Spanyol, MARCA memasang foto tiga perempat halaman berisi Sergio Busquets dkk bertelanjang dada di ruang ganti. Lalu sebuah kata hitam blok kuning berhuruf kapital membelah kedua foto. Kata itu adalah INOLVIDABLE! atau dalam bahasa Indonesia berarti Tak Terkalahkan.

Euforia kemenangan 5-3 La Furia Roja atas Republik Ceko di Parken Stadium Kopenhagen Denmark Selasa (29/6) pukul 00.00 Wita itu, memang dinikmati pula oleh seluruh rakyat Spanyol.

Betapa tidak sepanjang 120 menit (90 menit waktu normal + 30 Extra Time), Spanyol berjuang mati-matian untuk bisa mengalahkan Kroasia. Keunggulan 3-1 hingga menit ke-84 berhasil disamakan oleh Luka Modric dkk hingga memaksa tambahan waktu 30 menit. Di saat penting seperti inilah, Spanyol menunjukkan mental juaranya dan berbalik unggul 5-3 lewat dua gol tambahan. (lihat infografis)

Hasil laga Prancis vs Swiss harus ditentukan lewat drama adu penalti setelah dalam waktu normal 90 menit dan babak tambahan skor tetap imbang 3-3. Swiss yang tidak diunggulkan dalam pertandingan ini bermain berani dengan tidak memasang taktik bertahan total, bahkan mengajak Prancis jual-beli serangan.

Hujan gol benar-benar terjadi. Total ada 23 gol yang tercipta dalam laga itu. Masing-masing 3 biji gol di 90 menit waktu normal dan 30 menit extra time. Sembilan gol lainnya tercipta di babak adu penalti. (Swiss 5 gol sedangkan Prancis 4 gol)

Tak Boleh Jumawa
Drama dan hujan gol yang ditampilkan Swiss dan Spanyol ini, akan menjadi modal yang bagus saat keduanya bertemu di babak perempat final Jumat 2 Juli 2021 mendatang di Stadion Saint Petersburg.

Menghadapi Swiss, Spanyol tentunya diunggulkan oleh para pecinta sepakbola. Memiliki materi pemain yang secara kualitas jauh di atas skuat Swiss ditambah status sebagai salah satu negara terbanyak yang menjuarai Euro membuat pecinta sepakbola akan lebih banyak menjagokan La Furia Roja.
Dari statistik, duel Spanyol melawan Swiss berpihak ke negara beribukota Madrid. Kedua tim sudah bertemu 22 kali di segala ajang dan partai persahabatan. Bayangkan saja, Swiss hanya satu kali berhasil mengalahkan Spanyol di fase grup Piala Dunia 2010. Kekalahan itu pula yang membuat Spanyol harus angkat kaki dari kompetisi sepakbola terbesar di dunia itu.

Yang patut jadi perhatian Spanyol, Swiss selalu memberikan perlawanan sengit di empat pertemuan terakhir kedua tim ini. Spanyol hanya menang satu kali, itupun dengan skor tipis 1-0.

Melihat perjuangan Swiss bisa sampai ke babak 8 besar Euro 2020 sudah sepatutnya Spanyol tidak jumawa. Terkhusus kepada Enrique, ia harus menjadikan laga melawan Kroasia sebagai pelajaran penting.

Dirinya tidak cepat merasa tenang atau puas meski timnya sudah unggul lebih dari satu gol dan pertandingan sudah mendekati akhir.
Ketika Spanyol sudah unggul 3-1, Enrique langsung melakukan empat pergantian pemain. Salah satunya, menarik keluar Ferran Torres yang sebenarnya tampil apik di babak kedua.

Ia juga menarik keluar Sarabia, pencetak gol pertama Spanyol. Bahkan, Enrique melakukan pergantian di posisi bek tengah dengan menarik keluar Eric Garcia.

Tak lama setelah terjadinya sejumlah pergantian pemain ini, Kroasia berhasil mencetak dua gol untuk menyamakan kedudukan. Beruntung, dua penyerang yang dimainkan Enrique berhasil menjawab kepercayaan pelatih dengan berkontribusi besar atas dua gol di babak extra time.
Jika Enrique bisa menghormati semangat kolektivitas timnas Swiss, Spanyol diprediksi akan bisa masuk babak semifinal Euro 2020. (paa/pol/*/R-2)

Leave a Comment