Miris, Jenazah Pasien Covid Hanya Ditutup Terpal

Son Bara

Jenazah pasien positif Covid-19 di Desa Kanganra, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, NTT hanya ditutup terpal biru berukuran sedang sebelum dimakamkan.

Tim relawan yang menangani mayat pasien Covid-19 juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Bahkan keluarga korban yang ikut mengantar dan menggotong jenazah ke pemakaman juga tidak menggunakan APD.

Gambaran ini tampak dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Kepala Puskesmas Detukeli, Seravinus Sage lewat sambungan telpon kepada VN, Jumat (25/6) membenarkan kejadian dalam video tersebut.

Menurutnya, korban yang meninggal sebelumnya memiliki kontak erat dengan keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang dikarantina di RSUD Ende.

“Memang benar almarhum yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19 adalah warga desa Kanganara Kecamatan Detukeli. Korban atas nama Laurensius Lolo berusia (63) tahun. Korban diketahui meninggal di dalam kamar. Sebelum korban diketahui meninggal, selama beberapa jam keluarga berusaha membangunkan korban dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban. Sebelum meninggal korban diketahui memiliki kontak erat dengan keluarga kandungnya yang saat ini menjalani isolasi di RSUD Ende. Korban saat ini diketahui mengidap penyakit demam, pilek dan batuk,” jelasnya.

Ia mengatakan sebelum dimakamkan, korban dibungkus menggunakan terpal dan dipikul oleh dua petugas dari tim relawan. Korban terpaksa dibungkus dengan terpal untuk menghindari cairan dari tubuh korban mengenai petugas atau tercecer ke tempat lain.

“Inilah yang membuat warga khawatir karena takut virus Covid menyebar. Masyarakat memilih untuk menjauh dan tidak mau mengurus korban hingga proses pemakaman,” ujarnya.

Ia mengatakan, petugas kesehatan yang ada kewalahan karena belum terlatih dan APD sangat terbatas.

“Mereka kesulitan melakukan evakuasi untuk pengangkutan dan penguburan pasien tersebut,” ungkapnya.

Ia mengakui saat ini APD dan kantong jenazah sangat minim apalagi di desa.

“Kita berharap Pemerintah daerah dan juga Satgas Covid 19 Kabupaten Ende mendistribusikan APD dan kantong jenasah, serta memberikan pelatihan kepada petugas dan tim relawan terkait proses evakuasi mayat korban covid 19. Perlengkapan tersebut sangat dibutuhkan saat terjadi kondisi darurat seperti ini,” tambahnya.

Kepala Desa Kanganara Emanuel Dame mengatakan pasien positif Covid -19 yang meninggal dunia tersebut adalah benar warganya.

“Hal ini membuat kami dari pihak pemerintah desa terus berupaya dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta Satgas Covid di ecamatan. Langkah koordinasi untuk penanganan lebih lanjut terkait kondisi yang terjadi saat ini di Kanganara.

Ia mengatakan sebagai kepala desa, pihaknya berupaya melakukan antipasi dengan meminjam APD di desa tetangga, namun APD di desa tetangga pun kosong.

“Untuk itu kami minta bantuan dari Satgas Covid-19 di Kabupaten Ende untuk bisa memberikan bantuan berupa APD bagi warga Desa Kanganara,” tegasnya. (bev/ol)

Leave a Comment