Musda I Forum PRB Kabupaten Rote Ndao Digelar

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Untung Harjito (kedua dari kiri), saat membuka Musda I Forum PRB Rote Ndao, di aula Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Senin (21/06/2021). Foto: Frangky VN

Frangky Johannis 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao menginisiasi Musyawarah Daerah (Musda) I Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), sekaligus melengkapi struktur organisasinya di kabupaten terselatan NKRI tersebut.

Kegiatan Musda I Forum PRB Rote Ndao ini dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Rote Ndao Untung Harjito mewakil Bupati Paulina Haning-Bullu, di aula Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Senin (21/06/2021).

Musda tersebut dihadiri Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao Vecky M Boelan, Perwakilan BPBD NTT Richard Pelt, Perwakilan SIAP SIAGA Provinsi NTT Silvester Ndaporoka, OPD terkait serta unsur dari berbagai elemen, di antaranya, kalangan perbankan, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, lembaga donor, media massa, dan relawan penanggulangan bencana.

Untung Harjito ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu mengatakan, masih segar dalam ingatan bencana non alam Covid-19 menimbulkan korban jiwa yang berjatuhan. Selain itu bencana alam badai Seroja juga mengakibatkan korban jiwa, korban luka, kerusakan rumah masyarakat, fasilitas umum, serta kerugian material lainnya.

Pemkab Rote Ndao, kata Untung, tentunya dalam rangka penanganan bencana alam dan non alam tersebut, telah melakukan upaya-upaya melalui kebijakan strategis yang berbasis pengurangan risiko bencana, baik dalam kondisi tidak terjadi bencana, saat terjadi bencana, maupun pasca bencana. Namun, disadari bahwa dalam penanganan bencana sangat diperlukan adanya keterlibatan semua pihak karena bencana merupakan urusan bersama, tidak hanya menjadi urusan pemerintah semata.

“Melalui Musda Forum PRB ini diharapkan terbentuknya sebuah forum yang di dalamnya terlibat berbagai pihak, seperti perbankan, dunia usaha, media, akademisi, LSM, relawan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya, sebagai wujud partisipasi dalam rangka pengurangan risiko bencana yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi di Rote Ndao,” katanya.

Untung Harjito juga menyampaikan terima kasih kepada SIAP SIAGA yang merupakan Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Provinsi NTT, dan Forum PRB NTT yang menjadi inisiator Musda I Forum PRB Kabupaten Rote Ndao, dan seluruh peserta Musda.

“Selamat bermusyawarah, semoga dalam Musda ini dapat menghasilkan kepengurusan dan menghasilkan program kerja, yang terintegrasi dengan kebijakan daerah, sehingga ke depan dapat membantu Pemkab Rote Ndao dalam pengurangan risiko bencana,” tutup Untung.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD NTT Richard Pelt kepada VN mengatakan, Forum PRB di Kabupaten Rote Ndao sebenarnya sudah terbentuk sebelumnya, namun kondisinya mati suri. Sehingga, dengan kejadian badai Seroja baru-baru ini, barulah diinisiasi kembali oleh BPBD NTT, Forum PRB NTT, dan didukung SIAP SIAGA yang merupakan Program Kemitraan Indonesia-Australia guna menghidupkan kembali forum ini.

Menurutnya, dalam penanggulangan bencana tidak bisa diharapkan kerja-kerja pemerintah saja. Perlu dukungan pegiat-pegiat kebencanaan dari perbankan, dunia usaha, media, akademisi, LSM, relawan, komunitas, dan berbagai elemen lainnya.

“Dukungan dari berbagai elemen ini sangat dirasakan manfaat yang besar dalam penanganan pasca bencana Seroja kemarin. Selama satu bulan proses tanggap darurat Seroja puji Tuhan kita sangat terbantu dalam hal sistem informasi dan data dari elemen-elemen masyarakat,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao Vecky M Boelan berharap Forum PRB Rote Ndao setelah terbentuk bisa dapat dilihat aksi nyata dalam mendukung pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, Forum PRB yang terdiri dari komunitas lintas sektor ini dapat melakukan pemetaan daerah-daerah yang rentan terhadap bencana longsor, gelombang pasang, banjir, angin puting beliung, dan lain sebagainya. Sehingga dicari solusi bersama dengan pemerintah dan DPRD untuk meminimalisir dampak bencana yang mungkin akan terjadi. (yan/ol)

Leave a Comment