Naik Turun Pendapatan Ojol Kota Kupang

 

Pendapatan ojek online cenderung fluktuatif dipengaruhi persaingan bisnis antar aplikasi, kebijakan peraturan Wali Kota Kupang menanggapi pandemi, maupun dengan aturan kompensasi masing-masing aplikasi.

Salah satu driver ojek online Grab Sun, saat diwawancarai VN beberapa waktu lalu.

Grab sendiri menetapkan potongan 20 persen dari tarif plus biaya pemesanan. Sejak Indriver hadir di Kota Kupang ia merasakan dampak persaingan di lapangan.

Naiknya kasus Covid-19 juga mempengaruhi berbagi pembatasan dilakukan dengan terbitnya Surat Edaran Wali Kota Kupang.

“Makanya pendapatan menurun sejak Januari sampai April kemarin, pas Mei ini sudah mulai meningkat 50 persen dari bulan sebelumnya,” kata dia.

Untuk satu orderan misalnya harga Rp. 10 ribu nantinya potongan komisi ke Grab 20 persen atau Rp. 2 ribu. Ada juga biaya pemesanan untuk penumpang sekitar Rp. 3 ribu, biaya kemasan untuk resto di MCD dan biaya pemesanan di resto lainnya.

“Nah biaya pemesanan di resto lainnya itu bervariasi, ada yang Rp. 1000 hingga dan Rp. 4 ribu,” jelasnya.

Pendapatan sekarang mulai optimal setelah Badai Seroja dalam dua minggu terakhir dibanding sebelum-sebelumnya dalam tahun ini. (bev/ol)

Leave a Comment