NTT Bangun SMK Astronomi Tapi Jurusan Pertanian dan Peternakan

Putra Bali Mula

Provinsi NTT mulai membangun sekolah kejuruan ilmu perbintangan berjuluk SMK Negeri Astronomi Restorasi Negeri Amfoang namun dengan jurusan pertanian, peternakan dan pariwisata. Bidang utama astronomi yang diangkat menjadi nama sekolah itu cuman termuat dalam pelajaran muatan lokal atau mulok.

Tim Percepatan Pendirian SMK Negeri Amfoang Tengah, Safira Abineno menyampaikan ini saat pembukaan pendaftaran siswa baru, Sabtu lalu (10/7) di Gereja Bethesda Binafun yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi.

Ia menyebut sekolah tersebut memiliki tiga jurusan yaitu jurusan pertanian, jurusan pariwisata, dan jurusan peternakan. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) nanti akan dimuat juga pelajaran muatan lokal tentang astronomi sebagai bentuk dukungan terhadap Proyek Nasional Observatorium Gunung Timau.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Sekolah David Ndolu di acara yang sama menyebut jumlah siswa yang telah mendaftar pada gelombang pertama sebanyak 47 orang. Panitia sedang membuka gelombang kedua.

Sekolah ini mulai beroperasi walaupun belum memiliki gedung sendiri. Sementara ada lahan yang dihibahkan untuk pembangunan SMK Astronomi ini yaitu seluas lima hektare dari Zimron Yoksan Naisunis kepada Pemerintah Provinsi NTT yang diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi.

Surat izin operasional sekolah akan diterbitkan pada pekan depan sehingga sekolah ini mulai definitif. Linus juga meminta masyarakat di Amfoang Tengah untuk mendukung program pemerintah provinsi NTT, khususnya di bidang pariwisata, pendidikan, pertanian, dan peternakan.

Ketua Pecinta Langit Timor (Pelati), Fance Liukae, memberikan tanggapan terkait ini. Untuk diketahui Pelati sendiri adalah komunitas di NTT yang sering bekerjasama dengan Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung dalam berbagai kesempatan terkait astronomi.

Niat pemerintah untuk menghadirkan SMK Astronomi memang tepat menjawab adanya observatorium terbesar Asia Tenggara yang dibangun di Pulau Timor. Untuk itu Niat baik perlu diwujudkan dengan rencana yang baik, bukan malah jauh dari kejuruan yang menjadi predikat nama SMK itu sendiri.

Pembangunan SMK ini jangan sampai meninggalkan kesan asal. Perlu perhitungan lebih detail hingga dengan jurusan-jurusan terkait bidang-bidang ilmu astronomi apa saja, sarana prasarana penunjang observasi dan semacamnya, bahkan hingga strategi penyiapan lapangan kerja atau pemanfaatan SDM dari sekolah ini yang akan lulus kelak.

“Tidak lalu terkesan terlalu memaksakan,” ungkapnya.

Menurut dia, sebaiknya nama sekolah ini tetap SMK Amfoang dengan jurusan pertanian, peternakan dan pariwisata seperti semula dan karena di SMA Amfoang Tengah juga sudah ada muatal lokal mengenai pengenalan astronomi. (bev/ol)

Leave a Comment