NTT masih Bersih dari Covid Varian Baru

dr Mindo Sinaga Direktur RSUD WZ Johannes dr Mindo Sinaga Direktur RSUD WZ Johannes

Kekson Salukh

 

CORONA virus diases (Covid-19) varian baru telah masuk di Indonesia, namun sampai saat ini belum terkonfirmasi ada pasien covid-19 varian baru di NTT.

Direktur RSUD WZ Johannes Kupang dr Mindo Sinaga mengaku sudah mengirimkan ratusan sample ke Lembaga Biomolekuler Eijkman di DKI Jakarta untuk diperiksa. Jika ada hasil yang membuktikan bahwa varian baru telah masuk di NTT pasti akan dilaporkan kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kami sudah kirim sample ke Lembaga Biomolekuler Eijkman di DKI Jakarta untuk diperiksa, tetapi belum dapat hasilnya. Jika hasilnya ada positif varian baru pasti kami laporkan kepada Bapak Gubernur. Kita berharap tidak ada yah varian baru di NTT,” tandasnya ketika dihubungi melalui telepon seluler, akhir pekan kemarin.

Wakil Direktur RSUD Prof. WZ Johannes Kupang, dr Stef Soka kepada VN di ruang kerjanya akhir pekan kemarin mengatakan, RSUD WZ Johannes Kupang saat ini merawat para pasien covid-19.

Namun, lanjut dr Stef, belum ada satu pun yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru yang menyerang masyarakat di pulau Jawa.

“Kami sudah kirim 300 sample untuk diperiksa di laboratorium kesehatan maupun di Lembaga Biomolekuler Eijkman di DKI Jakarta. Namun, sampai ini belum ada yang terkonfirmasi positif covid-19 varian baru,” tandasnya.

Kendati demikian, kata dr Stef, sesuai pantauan para medis gejala dan kecepatan itu sudah ada. Tetapi bukti sesuai hasil pemeriksaan laboratorium belum ada.

“Kalau berharap varian baru itu tidak ada di NTT susah, karena penerbangan masuk ke NTT masih normal. Sehingga peluang masuk itu sangat besar. Kelebihan varian baru ini kan proses penyebarannya cepat sekali,” ujarnya.

Waspada

Pemerintah Provinsi NTT melalui Karo Administrasi Pimpinan Sekda NTT, Marius Ardu Jelamu kepada VN melalui pesan WhatsApp mengimbau masyarakat NTT untuk mewaspadai penyebaran covid-19 varian delta yang kini memasuki Indonesia.

Menurut Marius, masyarakat NTT harus waspada penyebaran covid-19 varian delta dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara disiplin karena bisa saja virus mematikan itu masuk di NTT.

“Waspadai varian delta yang sedang masif menular di berbagai wilayah di Indonesia. NTT bukanlah daerah steril. Segala kemungkinan bisa terjadi. Walau sampai saat ini belum terdeteksi namun berbagai kemungkinan bisa terjadi,” pintanya.

Sebagai daerah terbuka, kata Marius, NTT rentan tertular sehingga masyarakat harus hati-hati dan selalu waspada. Tingkatkan imunitas tubuh dengan mengikuti vaksinasi, asup vitamin dan makanan bergizi, selalu berolahraga dan ikuti prokes dengan ketat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Dukcapil NTT, Samuel Halundaka dalam rilisnya yang diterima VN menyebutkan, Provinsi NTT pada Sabtu, 10 Juli 2021 total pasien covid-19 telah mencapai 5.216 kasus. (ari/yan/ol)

Leave a Comment