NTT Miliki 19 Bendungan

Ilustrasi

Kekson Salukh

 

PROVINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki 19 Bendungan yang tersebar di 22 Kabupaten/kota. Selain memenuhi kebutuhan air baku, bendungan-bendungan itu mengaliri puluhan ribuan hektare lahan pertanian masyarakat.

Hal itu diungkapkan, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT-II) Kupang, Agus Sosiawan melalui Kasie Pelaksanaan BWS NT II, Costandji Nait di kantor BWS Nusa Tenggara II, kemarin.

Menurut Costandji Nait, tujuh dari 19 Bendungan itu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), satu bendungan lama yaitu Tilong. Sedangkan 11 Bendungan lain itu sebelumnya berstatus embung, namun, karena kapasitas penampungan air yang lebih dari 500.000 m3 serta tinggi tanggul lebih dari 15 meter maka dinaikkan status menjadi Bendungan.

Costandji Nait merincikan, tujuh bendungan PSN itu yakni Bendungan Raknamo, dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang. Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Napun Gete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Bendungan Lambo/Mbay-Nagekeo.

“Bendungan yang sudah selesai itu Raknamo, Rotiklot di dan Napun Gete, sedangkan yang dalam pembangunan itu bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Bendungan Lambo di Nagekeo sedang proses tender. Sementara Bendungan Kolhua, Gubernur NTT sudah menyurati Menteri dan tahun depan sudah bisa dibangun,” katanya.

Menurut Costandji Nait, asas pemanfaatan tujuh bendungan PSN itu sangat baik bagi masyarakat NTT. Karena, fungsi bendungan tersebut selain mengaliri lahan pertanian, dan memenuhi kebutuhan air baku masyarakat, juga membantu mèminimalisir bencana banjir dan menjadi destinasi wisata buatan.

Lebih lanjut Costantji Nai menyebut 11 embung yang dinaikkan statusnya menjadi Bendungan yaitu Embung Oeltua (Kabupaten Kupang), Benkoko (TTU), Haliwen dan Haekrit (Belu), Danautua, Kapalangga dan Manubulu (Rote Ndao), Lere (Sabu Raijuan), Padang Panjang (Alor), Karinga (Sumba Timur), Lokojange (Sumba Tengah) dan Waerita (Sikka).

“Jadi selain 7 bendungan PSN itu kita juga miliki bendungan Tilong, dan ada 11 embung yang dinaikkan statusnya menjadi Bendungan karena memiliki daya tampung lebih dari 500.000m3, dan memiliki tinggi tanggul 15 meter. Pada prinsipnya bendungan itu memiliki asas manfaat yang sangat baik bagi masyarakat NTT,” tandasnya.

Izin Operasional

Dia menuturkan, alasan bendungan Rotiklot, Raknamo dan Bendungan Napun Gete belum dioperasikan, karena harus memiliki izin dari Komisi Keamanan Bendungan, dan Balai Teknik Bendungan, Direktorat Bendungan dan Danau yang akan datang berdiskusi secara teknis untuk usulan izin operasional disetujui oleh Menteri dengan mengeluarkan sertifikat izin operasional.

“Jadi kalau masyarakat tanya kenapa bendungannya sudah tapi airnya belum bisa disalurkan itu karena harua melalui proses izin operasional dulu yang akan dikeluarkan dalam bentuk sertifikat operasional oleh Menteri PUPR,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain bendungan, Provinsi NTT memiliki ribuan embung yang tersebar di tingkat desa. Pembangunan embung itu berdasarkan permintaan masyarakat.

Terpisah, Kasatker Bendungan, Frengky Welkis kepada VN mengatakan proses pembangunan bendungan Temef dan Manikin sedang dilakukan. Sedangkan Bendungan Lambo di Nagekeo sedang proses tender, dan Bendungan Kolhua akan dibangun pada 2022.

“Progres pembangunan bendungan Temef sudah mencapai 60 persen. Targetnya akan selesai pada tahun 2023. Daya tampung 45.000.000m3, dan luas lahan yang akan dialiri itu targetnya 4,500 Hektare,” ungkapnya. (R-2/yan/ol)

 

Grafis Bendungan di NTT

Tujuh bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) :

1. Raknamo-Kupang (Selesai)

a. Daya Tampung Air : 13,14 juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : 841Ha
c. Air baku : 100 l/dtk

2. Rotiklot-Belu (Selesai)

a. Daya Tampung Air : 2,9 juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri :139 Ha
c. Air baku : 40 l/dtk

3. Napun Gete-Sikka

a. Daya Tampung Air : 11,22 Juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : 300Ha
c. Air baku : 214 l/dtk

4. Temef-Timor Tengah Selatan

a. Daya Tampung Air : 37,39 Juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : 4.500 Ha
c. Air baku : 131 l/dtk

5. Kolhua-Kota Kupang

a. Daya Tampung Air : 6,6 juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : —
c. Air baku : 150 l/dtk

6. Lambo/Mbay-Nagekeo

a. Daya Tampung Air : 51,74 juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : 5.890 Ha
c. Air baku : 205 l/dtk

7. Manikin-Kupang

a. Daya Tampung Air : 20,45 juta m3
b. Luas lahan yang akan dialiri : 310 Ha
c. Air baku : 500 l/dtk

8. Bendungan Tilong (Lama)

Catatan :

11 embung yang sudah dinaikan statusnya sebagai Bendungan terkait besaran tampungan >500 rb m3/Tinggi Tanggul >15 m :

Embung Oeltua (Kabupaten Kupang), Benkoko (TTU), Haliwen dan Haekrit (Belu), Danautua, Kapalangga dan Manubulu (Rote Ndao), Lere (Sabu Raijuan), Padang Panjang (Alor), Karinga (Sumba Timur), lokojange (Sumba Tengah) dan Waerita (Sikka).

Sumber: Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II

Leave a Comment