NTT Tertinggi Persentase Serapan Anggaran Covid-19

Situasi di pemakaman Covid-19, Minggu (27/6). Foto: Yunus/VN
Situasi di pemakaman Covid-19, Minggu (27/6). Foto: Yunus/VN

Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat realisasi belanja penanganan dampak pandemi covid-19 di Indonesia secara rata-rata baru mencapai Rp5,78 triliun atau 29,18 persen dari pagu anggaran sebesar Rp19,8 triliun per 15 Juli 2021.

Provinsi NTT menjadi daerah dengan persentase penyerapan tertinggi yaitu mencapai 66,1 persen dari total anggaran mencapai 1,3 Triliun yang merupakan akumlasi dari anggaran dari Pemprov dan 22 kabupaten/kota. Sedangkan DKI Jakarta menjadi daerah dengan realisasi belanja penanganan covid-19 dengan nominal tertinggi dan terendah ada di di Provinsi Aceh. Realisasi belanja covid-19 DKI Jakarta mencapai Rp12,39 triliun setara 34,57 persen dari pagu. Realisasi Provinsi Aceh dengan nominal Rp18,88 miliar atau 4,61 persen dari pagu periode yang sama.
Sedangkan, realisasi belanja secara persentase dari pagu terendah berdasarkan persentase ada di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Rp153,25 miliar atau 0,07 persen dari pagu.

Selain Sulawesi Tengah, Jawa Tengah pun secara persentase serapan anggaran baru 0,15 persen atau Rp164,62 miliar. Banten baru 2,54 persen atau Rp88 miliar dan Sulawesi Tenggara baru 3,69 persen atau Rp50,7 miliar. Terakhir, Aceh baru 4,61 persen atau Rp18,88 miliar.

 

Pemprov NTT Rp200 Miliar
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Zacharias Moruk menegaskan refocusing anggaran penanganan Covid-19 di NTT mencapai Rp 200 miliar dan Pemkot Kupang senilai Rp 80 miliar. Sedangkan 21 kabupaten lainnya bervariasi antara Rp10 miliar hingga Rp20 Miliar.

Sementara Data dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun lalu, hasil refokusing dan realokasi APBD di wilayah NTT yang dialokasikan dalam Belanja Tidak Terduga (BTT) sampai dengan Desember 2020 mencapai Rp 948,7 miliar.

Rinciannya BTT Pemerintah Provinsi sebesar Rp 282,57 miliar dan BTT Pemerintah Kabupaten/Kota senilai Rp 665,79 miliar Dari alokasi tersebut, total realisasinya mencapai 85,3 persen untuk Pemerintah Provinsi dan untuk Pemerintah Kab/Kota secara rata-rata hanya terealisasi sebesar 45,1 persen.
Penggunaan BTT diprioritaskan untuk penangan covid-19 melalui alokasi pada bidang kesehatan, bidang sosial/ jaring pengaman sosial, dan penanganan dampak ekonomi. Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan serapan anggaran covid-19 Jateng bukan 0,15 persen. Menurutnya, hingga 22 Juli, serapan sudah mencapai 15,65 persen dan update hingga 24 Juli telah mencapai 17,28 persen. (cnn/paa/ari)

 

15 BESAR REALISASI ANGGARAN COVID-19
————————————-
1. Nusa Tenggara Timur Rp67,21 miliar (66,1 %)
2. Kalimantan Timur Rp251,93 miliar (63,24 %)
3. Jawa Timur Rp407,16 miliar (61,28 %)
4. Kalimantan Selatan Rp157,79 miliar (47,45 %)
5. Sulawesi Utara Rp223,92 miliar (46,44 %)
6. Sumatera Utara Rp401,08 miliar (40,36 %)
7. Jambi Rp33 miliar (39,59 %)
8. DKI Jakarta Rp12,39 triliun (34,57 %)
9. Sulawesi Selatan Rp187,13 miliar (34,57 %)
10. Gorontalo Rp75,81 miliar (34,43 %)
11. Yogyakarta Rp326,98 miliar (29,88 %)
12. Bengkulu Rp157,86 miliar (27,22 %)
13. Nusa Tenggara Barat Rp173,42 miliar (25,87 %)
14. Bangka Belitung Rp163,67 miliar (23,74 %)
15. Sumatera Barat Rp143,34 miliar (20,61 %)
———————————————————
Sumber: Kemendagri RI

Leave a Comment