Oknum TNI yang Pukul Operator SPBU akan Diproses Hukum

Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama, saat memberi keterangan pers kepada awak media di Kodim 1603 Sikka, Rabu (26/5) siang. Foto: Yunus/VN

 

 

Yunus Atabara

Dalam dua hari terakhi masyarakat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur heboh dengan beredarnya video pria berseragam TNI yang memukul operator SPBU Waipare baik di grup Whatsapp maupun di sosial media.

Menanggapi hal itu, Dandim 1603 Sikka sudah mendapat respon dari Dandrem 161 Wira Sakti dan memerintahkan agar oknum anggota pelaku pemukulan itu diproses secara hukum pidana.

Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Muhamad Zulnalendra Utama kepada VN Kamis (27/5) membenarkan oknum berseragam TNI yang melakukan pemukulan terhadap petugas SPBU Waipare adalah anggota TNI di Kodim 1603 Sikka.

“Kasus pemukulan itu dilakukan oleh Bintara Tinggi Koramil 1603-04/Kewapante, Pelda Joaquim Parera terhadap petugas SPBU Waipare atas nama Ignatius Bolakinger pada Selasa, 25 Mei. Ini merupakan tindak pidana yang merugikan reputasi TNI AD,” kata Muhamad.

Menurutnya, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko selaku pimpinan yang membawahi satuan wilayah NTT termasuk Kodim 1603/Sikka telah mengambil tindakan tegas.

Dandrem Jatmiko telah memerintahkan Komandan Denpom Kupang untuk memproses Pelda Yoaquim Parera sesuai ketentuan hukum yang berlaku di TNI.

Proses hukum terhadap pelaku pemukulan terhadap operator SPBU Waipare akan dikawal oleh Korem 161/WS, Kodam IX/Udayana maupun Mabes Angkatan Darat sampai di persidangan.

Sebelumnya mediasi damai sudah dilakukan di Koramil 1603-04/Kewapante antara Pelda Yoaquim Parera dengan korban dan keluarga.

“Walaupun antara pelaku dan korban sudah bersepakat damai, namun proses hukum tetap berjalan sampai dengan sidang peradilan militer,” tegasnya. Ini bukti bahwa proses hukum tegas dilakukan tanpa pandang bulu meski pelaku adalah oknum anggota TNI,” tegasnya. (bev/ol)

Leave a Comment