Otak Perencana Pencurian Sapi Sudah Dipecat Dari Polri Tahun 2006

Tim Jatanras Polda NTT menggiring para tersangka spesialis pencuri ternak sapi di Polda NTT, Jumat (30/7). Foto: Nahor Fatbanu/VN
Tim Jatanras Polda NTT menggiring para tersangka spesialis pencuri ternak sapi di Polda NTT, Jumat (30/7). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Yapi Manuleus

PL, salah satu otak perencana dalam kasus pencurian sapi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur merupakan mantan anggota polisi.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan PL  sudah dipecat dar Polri sejak tahun 2006 lalu.

“Dia sudah diecat dari Polri tahun 2006. Perannya dia merupakan salah satu otak perencana dalam kasus pencurian sapi,” tegas Krisna.

Pantauan VN, tersangka yang dihadirkan dalam jumpa pers sebanyak enam orang, salah satunya PL. Ada pula uang Rp 4 juta, satu timbangan besi, dua tas, tiga parang, tiga buah pisau, dan enam buah HP.

“Dia sudah diecat dari Polri tahun 2006. Perannya dia merupakan salah satu otak perencana dalam kasus pencurian sapi,” katanya.

Krisna menjelaskan penangkapan para tersangka tersebut berawal dari laporan dua warga Sumlili kehilangan sapi pada 28 Juni 2021lalu.

Polisi menunjukan barang bukti berupa uang tunai, parang, timbangan saat jumpa pers di Polda NTT, Jumat (30/7). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Polisi menunjukan barang bukti berupa uang tunai, parang, timbangan saat jumpa pers di Polda NTT, Jumat (30/7). Foto: Nahor Fatbanu/VN

“Kejadian itu di Sumlili pada pukul 01.00 Wita, jadi komplotan ini menyasar kandang milik warga di sana meggunakan tiga sepeda motor. Mereka ambil sapi milik dua warga di sana dan langsung bunuh di pinggir jalan, setelah itu mereka membawa dagingnya menggunakan mobil. Tulang dan kepala sapi ditinggalkan di lokasi itu,” katanya.

Setelah itu katanya, daging-daging sapi tersebut dikumpulkan di rumah PL yang berada di wilayah Kelurahan Sikumana sebanyak 180 Kg.

Para tersangka mengaku mencuri hewan dan menjual daging sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari-hari.

“Motif mereka ini sudah menjadi mata pencaharian sehari-hari,” ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 Subsider 480 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. (bev/ol)

Leave a Comment