P-21, Kejari TTU Segera Sidang Mantan Bendahara dan Kepala Desa Makun

Gusty Amsikan

Kejaksaan Negeri (Kejari), Timor Tengah Utara (TTU), merilis perkembangan penanganan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Makun, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten TTU.

Berdasarkan perkembangan penanganan kasus tersebut, pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri TTU telah melakukan penyerahan berkas perkara kepada Penuntut Umum (tahap I) untuk diteliti kelengkapan formil dan materil berkas perkara tersebut dan selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap II.

Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila, kepada VN, Rabu (27/10) mengatakan Kejari TTU telah menetapkan tersangka diantaranya mantan Kepala Desa, Matheus Anoit (MA) dan bendahara, Kristianus Atitus (KA).

Terhadap tersangka MA, disangka melanggar pasal 12 huruf i Undang-undang (UU), nomor 31 tahun 1999 junto UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto padal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 8 UU nomor 31 tahun 1999 junto UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.

Sementara tersangka KA, disangka melanggar pasal 8 UU nomor 31 tahun 1999, junto UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Roberth menambahkan, atas kerja keras Tim Penyidik Kejari TTU, pada tanggal 26 Oktober 2021, berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap P-21. Selanjutnya pada hari yang sama dilanjutkan dengan penyerahan kedua tersangka dan barang bukti kepada Penuntut Umum (tahap II).

“Untuk kelancaran proses penuntutan, terhadap kedua terdakwa, Penuntut Umum melakukan penahanan terhadap kedua terdakwa di Rutan Polres TTU selama 20 hari ke depan. Selanjutnya, dalam waktu dekat, akan dilakukan pelimpahan kedua terdakwa ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk segera disidangkan,” jelas Roberth.

Ia menambahkan, adapun aset-aset yang berhasil disita Penyidik Kejari TTU dalam kasus tersebut antara lain, uang tunai senilai Rp. 229.222.000, satu unit dump truk bernomor polisi, DH 8454 DD, satu unit mobil jenis terios bernomor polisi, N 1582 DV, satu unit sepeda motor jenis KLX dan satu unit mesin cetak batako.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri TTU, menetapkan dan menahan dua mantan kepala desa dan satu bendahara desa sekaligus sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi. Para tersangka tersebut yakni Mantan Kepala Desa Makun, Matheus Anoit, Mantan Bendahara Desa Makun, Kristianus Atitus, dan Mantan Kepala Desa Banain B, Yulius Kolo. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup terkait adanya tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara masing-masing sebesar Rp 700.000.000. (bev/ol)

Leave a Comment