Pabrik Es Rp2 Miliar di Ende Stop Beroperasi

Inilah bangunan pabrik es milik Pemkab Ende yag dibangun tahun 2018 lalu yang kini sudah tidak beroperasi sejak 4 bulan lalu. Gambar diabadikan, pekan lalu. Foto: Son/VN
Inilah bangunan pabrik es milik Pemkab Ende yag dibangun tahun 2018 lalu yang kini sudah tidak beroperasi sejak 4 bulan lalu. Gambar diabadikan, pekan lalu. Foto: Son/VN

 

 

 

Son Bara

Pabrik pembuatan es batu milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Ende yang dibangun 2018 menggunakan dana Rp2 miliar lebih berhenti beroperasi. Pasalnya cold storage dan mesin pembeku berukuran 10 ton rusak. Akibatnya produksi es batangan terhenti empat bulan terakhir ini.

Kepala DKP Ende, H. Dahlan kepada awak media, kemarin, menjelaskan pihaknya sedang berupaya mendatangkan teknisi untuk memperbaiki bagian-bagian pabrik yang rusak.

Pada bulan Januari 2021 lalu saat dipercayakan menjabat Kadis KP, pabrik masih berperasi normal, namun tidak lama terjadi kerusakan pada mesin pendingin sehingga semua operasional di pabrik dihentikan.

Sementara tenaga kontrak daerah 10 orang yang diperkerjakan hingga kini masih tetap mendapat upah.

“Jika kondisi berlangsung lama maka mereka akan dialihkan sebagai tenaga PPL Dinas KP karena jumlah personelnya minim,” ungkap Dahlan.

Terkait pemasukan, kata Dahlan, secara resmi ia belum mendapat laporan, tetapi sesuai laporan lisan, jika pabrik beroperasi normal dan baik, pemasukan sehari mencapai Rp1 juta.

 

Pedagang Ikan Mengeluh
Wawan, salah seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Mbongawani Ende, mengeluh karena terbatasnya ketersediaan es balok untuk pengawet ikan.

“Sudah empat bulan pabrik es tidak beroperasi, sehingga nelayan dan pedagang ikan kesulitan mendapatkan pasokan es balok yang menjadi kebutuhan pokok untuk pengawetan ikan,” keluhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan es, kata Wawan, para pedagang dan nelayan terpaksa harus berkeliling mencari es batu rumahan, itu pun kalau dapat. Jika tidak dapat pedagang dan nelayan harus membeli di luar Kota Ende.

Ia berharap dinas terkait segera mengatasi kerusakan alat yang ada di pabrik es tersebut sehingga nelayan maupun pedagang ikan tidak kesulitan mencari es batu.

Menanggapi keluhan tersebut, Dahlan mengimbau pedagang ikan dan nelayan agar bisa bersabar dan menunggu, karena pihaknya sedang berusaha memperbaiki kerusakan mesin pabrik es agar dapat beroperasi lagi.

Pantauan VN di Dinas KP Ende, aktivitas di pabrik es terhenti total. Pintu bangunan pabrik yang baru terkuci. Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di lokasi pabrik es yang lama. Dimana rumput dan alang-alang tingginya nyaris menutupi bagunan tersebut.

Uniknya tingkat kerusakan hampir sama terjadi pada ke dua pabrik milik Pemkab Ende tersebut. Sementara kerusakan pada mesin pabrik pembuatan es yang lama hingga kini tidak dapat diperbaiki lagi.(mg-15/ari)

Leave a Comment