Pajak Restoran di Kupang Jadi Pendapatan Tertinggi di Semester Pertama 2021

Putra Bali Mula

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang mencatat pendapatan tertinggi hingga yang terendah di semester pertama tahun 2021. Pajak restoran sementara ini menjadi pendapatan daerah tertinggi dari jenis pajak lainnya yang dikelola Bapenda Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Ari Wijana selaku Kepala Bapenda Kota Kupang berdasarkan data terakhir di 8 Juli 2021.

Hingga 8 Juli lalu sudah mencapai 34,28 persen yaitu Rp 36 miliar lebih dari target Rp 107 miliar lebih. Jumlah pendapatan pada semester pertama ini pendapatan tertinggi murni adalah dari jenis pajak restoran yaitu 44 persen, pajak hotel 33 persen, dan yang terendah adalah pajak hiburan yang baru mencapai 4,9 persen.

“Dinamika ini dipengaruhi oleh situasi pandemi saat ini,” ujar Ari pada Senin (12/7).

Untuk pendapatan dari pajak yang dikelola Bapenda Kota Kupang ditargetkan mendapatkan pemasukan sebesar Rp 107 miliar. Target inipun akan dirasionalisasi kembali sebagaimana yang dilakukan di tahun sebelum melihat pengaruh dan perkembangan pandemi terhadap ekonomi di Kota Kupang.

Bapenda Kota Kupang sendiri mengelola pendapatan pajak dari pajak hiburan, hotel, penerangan jalan, reklame, restoran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan) dan leges minuman beralkohol.

Pada 2020 realisasi pendapatan dari pajak adalah 98 persen berdasarkan laporan LKPJ dari yang target sebenarnya yang telah dirasionalisasi. Target awal Rp 102 miliar di tahun 2020 dan dirasionalisasi menjadi Rp. 67 miliar yang dicapai 98 persen atau Rp 63 miliar.

Pada tahun 2021 ini target Rp 107 miliar bisa dirasionalisasi dan pihaknya dapat melakukan rapat bersama TPAD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) terkait hal tersebut menyikapi dampak pandemi dan PPKM Mikro ini.

“Sisa enam bulan ke depan saya harus menghitung dengan realita yang terjadi saat ini,” ujarnya. (bev/ol)

Leave a Comment