Pangdam IX/Udayana: Tentara Harus Bisa Jelaskan soal Covid-19

Pangdam IX/Udayana, Mayjend TNI Maruli Simanjuntak saat memberikan arahan bagi anggota Kodim 1601/Sumba Timur, Selasa (29/6). Foto:Jumal Hauteas vn.

Jumal Hauteas


Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX Udayana, Mayjend TNI Maruli Simanjuntak menegaskan prajurit TNI harus mampu dan bisa menjelaskan setiap permasalahan dengan baik kepada masyarakat. Kemampuan ini juga termasuk di dalamnya tentang pencegahan dan penanganan Covid-19 saat ini.

Mayjend TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan hal ini dalam arahannya saat berkunjung ke Kodim 1601/Sumba Timur, Selasa (29/6). Ditegaskannya TNI harus mampu menjelaskan kepada masyarakat bahwa Covid-19 sungguh ada dan bukanlah penyakit yang sengaja dibuat menjadi ada.

“Tentara zaman sekarang harus bisa menjelaskan kepada masyarakat, jadi jangan sampai ada tentara yang tidak bisa menjelaskan mengenai Covid-19,” tegasnya.

Jenderal TNI bintang dua ini menegaskan TNI harus selalu bersama pemerintah melakukan kegiatan pembangunan termasuk dengan pembangunan bidang kesehatan yakni melakukan protokol kesehatan dan menghimbau masyarakat juga melakukannya dengan baik dan benar agar penularan Covid-19 bisa ditekan.

“Covid-19 bukan penyakit memalukan jadi jangan merasa aneh, karena yang penting kita tahu langkah-langkah nya. Dimana protokol kesehatanlah yang harus dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Dijelaskannya sampai dengan saat ini protokol kesehatan lah satu-satunya cara yang paling baik untuk dilakukan demi terhindar dari paparan Covid-19. Sebab Covid-19 akan menjadi sangat berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, paru-paru, hingga darah tinggi.

“Kalau jaga jarak dan pakai masker, saya yakin tidak masalah bagi TNI, namun cuci tangan harus diperhatikan agar dimanapun tempatnya yang didatangi harus tetap cuci tangan,” ungkapnya.

Menurutnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang saat ini dilakukan pemerintah juga tidak akan cukup efektif jika masyarakat masih lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan. Karena itu, prajurit TNI yang menyebar sampao ke desa-desa harus mampu menjelaskan dengan baik kepada masyarakat untuk selalu patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Vaksinasi juga tidak bisa menjamin tidak terpapar Covid-19. Jadi jangan sampai lalai,” tegasnya.

Selain itu, Pangdam Maruli juga menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana memiliki program kemasyarakatan yakni pembangunan pompa hidran bagi masyarakat. Karena khusus untuk NTT hingga saat ini baru sekitar 65 persen masyarakat yang terakses air bersih sehingga jika pompa hidran bisa dibangun lebih banyak di NTT, pasti akan meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.

“Kita upayakan hingga 250 pompa hidran di NTT. Dimana pembangunannya kita rangkap dengan pembangunan jamban umum di dekat pompa hidran untuk memberikan pembelajaran bagi masyarakat tentang sanitasi,” urainya.

Menurutnya saat ini pembangunan pompa hidran seluruhnya dibiayai oleh Kodam IX/Udayana, namun ke depan harus bisa dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Karena biaya pembangunan pompa hidran ini menurutnya cukup murah.

“Dana untuk membuat pompa hidran sangat murah sehingga jika sudah dibangun 10 di Sumba Timur, bisa dilanjutkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa,” tandasnya.

Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Czi, Dr. Dwi Joko Siswanto pada kesempatan tersebut menegaskan Kodim 1601/Sumba Timur telah memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Bahkan saat ini dukungan dengan mempercepat proses vaksin bagi masyarakat terus dilakukan dengan bantuan vaksin dari Kodam IX/Udayana.

“Antusiasme masyarakat mengikuti program vaksinasi Covid-19 sudah semakin baik sehingg kami mint jatah vaksin lebih banyak untuk tahap selanjutnya,” pintanya.

Sedangkan terkait pembangunan pompa hidran di Kabupaten Sumba Timur, Dwi Joko Siswanto mengungkapkan pihaknya siap menerima dan menjalankan setiap program yang ada dari Kodam IX/Udayana dan juga siap mensosialisasikan kepada prajurit dan masyarakat guna mendapatkan tempat pelaksanaan program ini.(Yan/ol)

Leave a Comment