Panitia Kabupaten Beri Sanksi jika Pandes Berpihak pada Calon Tertentu

Christofel Horo Wakil Ketua Pengarah Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten SBD Provinsi NTT

Frengky Keban

 

Wakil Ketua Pengarah Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT, Christofel Horo, meminta Panitia Desa (Pandes) bekerja profesional dalam menentukan bakal calon kepala desa yang lolos. Bahkan dirinya meminta panitia desa untuk tidak berpihak ke salah satu bakal calon. Hal ini disampaikan Christofel Horo kepada VN, Senin (31/5) siang.

Christofel menyebut bahwa sejauh ini memang pihaknya belum mendapatkan informasi soal adanya panitia desa yang berpihak, namun dirinya memastikan kalau ada informasi semacam itu dan diverifikasi benar maka akan diambil sikap tegas.

“Saya belum dapat info itu. Tapi kalau memang ada dugaan semacam itu maka itu di luar tahapan. Bagaimana mungkin panitia sudah menyampaikan siapa yang lolos sedang tahapan verifikasi masih berlangsung. Kita akan beri sanksi tegas karena ini indisipliner,”tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat menyebut bahwa dalam proses verifikasi dan penelitian berkas yang saat ini dijalankan ada indikasi panitia pemilihan kepala desa tingkat desa berpihak kepada bakal calon tertentu. Indikasi ini seiring dengan adanya sejumlah nama bakal calon yang dinyatakan gugur sebelum verifikasi ini dilaksanakan.

“Di pogotena itu masyarakat tahu bahwa sudah ada calon yang gugur. Dan itu buat kami hari ini tanyakan ke pihak PMD soal ini. Sedang di satu sisi besok baru akan ada penetapan lolos atau tidaknya bakal calon yang maju. Yang omong ini panitia bukan orang lain. Ini sangat meresahkan kami,”kata Fransiska Lali, warga Pogotena, Kecamatan Loura, SBD.

Hal senada disampaikan oleh Ferdi, warga desa Weekombak-Wewewa Barat. Menurutnya beberapa hari belakangan ini masyarakat termasuk dirinya diresahkan dengan oknum panitia yang secara terbuka menyampaikan bahwa ada beberapa bakal calon yang gugur termasuk figur pilihannya. Hal ini sebutnya sangat tidak profesional. Pasalnya, sebagai panitia, oknum tersebut harus mampu menjaga situasi dan kondisi wilayah desanya bukan sebaliknya membuat warga menjadi resah.

“Ini sangat kami sesalkan. Oknum itu mengembuskan nama-nama bakal calon yang tidak diakomodir. Ini cukup mengganggu dan membuat banyak warga resah. Saya minta pihak panitia kabupaten ambil sikap tegas. Jangan biarkan begitu. Tidak hanya itu yang dinyatakan lolos itu semuanya keluarga dari Panitia dan ini sangat kentara berpihak,”katanya. (Yan/ol)

Leave a Comment