Pansus DPRD tak Berniat Sidak di Rumah Sekda, Ketahuan Dapat Tandon Air

Pansus DPRD Kota Kupang saat melakukan uji petik di rumah Sekda Kota Kupang, belum lama ini.

Yapi Manuleus

 

Pansus DPRD Kota Kupang menegaskan tidak pernah menargetkan pengecekan bantuan Tandon Air di rumah pribadinya Sekda Kota Kupang Fahrensi Funay di wilayah Kelurahan Oetete, Kota Kupang, Provinsi NTT, saat melakukan Uji Petik beberapa hari yang lalu.

Hal tersebut dikatakan Anggota Pansus DPRD Kota Kupang Yuvens Tukung, Senin (14/6).

Dijelaskan Yuvens, nama beberapa anggota DPRD Kota Kupang beredar di media sosial yang meminta Tandon air. List nama-nama anggota Dewan tersebut beredar setelah Pansus selesai melakukan sidak di Rumah Pribadi Sekda Kota Kupang yang ikut menerima Tandon Air dari Pemkot Kupang dengan menggunakan nama Mozes Galoni.

Yuvens memastikan bahwa Pansus DPRD Kota Kupang sebenarnya tidak pernah berencana melakukan sidak tandon air di rumah pribadi Sekda Kota Kupang Fahrensy Funay.

Pansus baru mengetahui rumah yang disidak merupakan Rumah Sekda Kota Kupang, setelah diantar oleh salah satu staf BPBD Kota Kupang.

“Kami waktu itu Uji Petik bedah rumah di Manulai II, jadi saat mau ke Giovanni, kita mulai cek data rumah yang dapat Tandon Air yang lebih dekat dengan jalan supaya jangan bolak balik lagi. Nah dapat lah di kelurahan Oetete yang dua nama ini,” katanya.

“BPBD juga yang mengarahkan kami ke rumah Pak Sekda itu. Karena Sesampai kami di sana tim dari BPBD sudah ada di sana. Sampai buka gerbang juga itu dari BPBD, jadi kami sama sekali tidak tahu itu rumah Sekda,” tambahnya.

Hal tersebut, kata dia, merupakan Senjata makan tuan sendiri dan hasil dari telaah Pansus DPRD Kota Kupang yang berpihak kepada masyarakat Kota Kupang.

“Saya pastikan foto nama-nama Anggota DPRD di Medsos itu Hoax karena ada SK nya. Kalau yang kami temukan Tandon di Sekda itu bukan Hoax, karena itu hasil telaah pansus,” katanya.

Heran

 

Ketua Pansus, Telendmark Daud heran Tandon Air yang seharusnya disalurkan kepada Warga yang membutuhkan, namun malah berada di rumah Sekda Kota Kupang.
“Dari daftar yang diberikan kita ambil salah satu karena kebetulan kita mau melewati jalan itu, yakni daftar nama Mozes Galoni yang ada di Oetete. Tapi kita tidak tau rumahnya dimana. Dan ada pendamping dari BPBD yang sudah ada di lokasi pas depan Gereja Kefas. Jadi kita sampai langsung kita turun. Tapi kita tidak tau siapa punya rumah itu,” katanya.

“Petugas itu langsung bilang ini rumahnya pak Sekda sebelum pindah ke rumah jabatan. Kita tanya ini rumah Mozes Galoni, dia bilang iya. Loh kok Mozes Galoni tinggalnya di sini,” tambahnya.

Dia mengatakan Mozes Galoni saat menerima Tandon Air tersebut dia sebagai petugas PTT Pol PP yang menjaga rumah Sekda sebelum Sekda pindah ke rumah jabatan.

“Tapi kita lihat tidak ada disitu, makanya kita juga heran bagaimana penyaluran ini orang lain yang menerima kemudian sampainya di Pak Sekda,” katanya.

“Ini yang kita sayangkan, seolah-olah kita manfaatkan orang yang tidak mampu untuk kepentingan para pejabat di kota Kupang ini. Kan kasian,” tutupnya. (Yan/ol)

 

Leave a Comment