Pasar Digital Punya Banyak Kemudahan

Alfonsa Horeng
Alfonsa Horeng

Putra Bali Mula

Era digital memang sangat mempengaruhi pola transaksi bahkan produk lokal bisa mendapat pangsa asar lebih luas hingga internasional.

Hal tersebut diakui oleh Alfonsa Horeng, Penggiat Tenun NTT dan Direktur Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun Nita, Flores.

Ia mengungkapkan hal ini dalam Talkshow Persembahan Kilau Digital Permata Flobamora; Strategi Kolaborasi Untuk Pengembangan Ekosistem UMKM dan Wisata, Rabu (30/6).

Pemerintah pusat, kata dia, telah sangat membantu sehingga 10 tahun belakangan ini cukup luas penjualan produk tenun dengan menggunakan layanan digital. Memang pembelian nasional masih mendominasi tetapi pintu pasar ke luar negeri tidak lagi mustahil. Ia merasakan dampak itu.

Ia juga menilai Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) telah memberi dampak cukup yang sangat besar termasuk dengan sistem yang disediakan. Para pelaku mendapatkan banyak kemudahan juga dibantu dalam berbisnis saat ini.

“Sebagai contoh nyonya-nyonya dari kabinet sangat suka dengan tenun-tenun kita,” kata dia.

Selama ini, jelasnya, ia lebih banyak mendapatkan kesulitan daripada keuntungan di antaranya untuk biaya operasional dalam menjual produk ke luar NTT. Berbeda dengan sistem digital saat ini.

Ery Punta Hendraswara, Deputy EVP Digital Exploration Telkom Indonesia, menyebut perubahan ke arah digital bahkan menyentuh sektor wisata. Wisata virtual sudah mungkin terjadi.

Pihaknya tentu menyikapi era perubahan ini dengan mendukung ekonomi digital. Telkom juga mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dengan mempertemukan UMKM dan BUMN dengan infrastruktur yang ada.

“Dan ini sesuai dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia. PaDi UMKM dari Telkom ditujukan untuk hal itu termasuk di Flobamorata, Provinsi NTT,” ujarnya.

Raisa Niloperbowo Direktur Pemasaran Pariwisata BPOLBF (Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores) dalam webinar yang sama ikut memberi penilaian.

Menurut dia, kolaborasi merupakan check and balance setiap pelaku dan stakeholder atas peran masing-masing. BPOLBF sendiri di wilayah kerjanya memiliki visi dalam pengembangan SDM dan UMKM lokal. Pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai pihak lokal untuk visi tersebut seperti dengan Alfonsa selaku pelaku tenun di Flores.

 

Valentino Luis

Valentino Luis

Valentino Luis, Travel Jurnalis, lebih menekankan soal pola marketing di NTT yang umumnya konvensional harus terjun saat ini di dunia digital

“NTT khususnya di Flores perlu belajar dengan cepat pemasaran secara digital. Ini kenyataan yang perlu kita hadapi segera,” ungkap dia.

Ia menilai sudah ada pintu atau akses untuk kolaborasi dengan pemerintah untuk mengembangkan komunitas bisnis, tinggal bagaimana itu diketahui publik, sementara informasi ini perlu disosialisasikan seluasnya oleh pemerintah untuk diketahui UMKM yang ingin berkembang.

Sosialisasi memang masih minim menurut dia. Pemerintah telah menyediakan akses dan saat ini kelompok dan komunitas usaha sudah bergerak tinggal bagaimana kolaborasi ini dikuatkan. (bev/ol)

Leave a Comment