Patuhi PPKM Level 4

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing bersama Forkopimda saat memantau pelaksanaan protokol kesehatan ditengah pemberlakuan PPKM level IV di Pasar Matawai, Selasa (27/7). Foto: Jumal/VN
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing bersama Forkopimda saat memantau pelaksanaan protokol kesehatan ditengah pemberlakuan PPKM level IV di Pasar Matawai, Selasa (27/7). Foto: Jumal/VN

Kekson Salukh

Masyarakat Provinsi NTT khususnya Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka diimbau untuk mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui juru bicaranya Marius Ardu Jelamu saat memberikan keterangan pers, Selasa (27/7) di Gedung Sasando mengatakan, imbauan itu disampaikan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 covid-19.

Di NTT terdapat 1 kota dan 2 kabupaten yang menerapkan PPKM Level 4, yaitu Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka. Pertimbangan penerapan PKKM level 4 adalah peningkatan kasus dan jumlah tempat tidur yang tersedia di rumah sakit sudah terisi 70 persen lebih.

“Gubernur mengimbau masyarakat untuk mematuhi PPKM Level 4 karena ada sanksi administrasi maupun sanksi hukum sesuai aturan yang berlaku. PPKM level 4 ini berlaku sejak 26 Juli sampai 2 Agustus 2021. Pemberlakuan itu akan dievaluasi secara berkala,” katanya.

Marius mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT meminta Pemerintah Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka agar dapat mengimplementasikan Inmendagri karena kasus covid-19 meningkat dan 70 persen tempat tidur sudah terisi.

Ia menegaskan, dengan berlakunya PPKM Level 4 itu maka penyelenggaraan pendidikan mulai dari pendidikan usia dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi harus dilakukan secara online sampai 2 Agustus. Begitu juga kegiatan ibadah harus dilakukan secara online untuk tiga wilayah ini.

Sementara kegiatan pesta, dan bisnis di mall untuk sementara ditiadakan kecuali kegiatan ekonomi menengah ke bawah seperti rumah makan, tempat cuci mobil, tempat pangkas rambut, serta supermarket tetap buka tetapi kapasitas tidak boleh lebih dari 50 persen, serta dibatasi sampai pukul 20.00 Wita.

“Kami berharap tidak hanya tiga daerah itu, tetapi masyarakat NTT harus menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, dan tidak membuat kerumunan,” tegasnya.

Terkait PPKM Level 4, pemerintah tetap menyalurkan bantuan kepada masyarakat baik dalam bentuk uang tunai maupun sembako. Sesuai hasil rapat bersama Forkopimda NTT, diputuskan bahwa kegiatan weekend untuk masyarakat Kota Kupang, Sumba Timur dan Sikka tidak lagi dilakukan.

Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna mengatakan, Pemerintah Pusat meningkatkan status Kota Kupang, Sikka, dan Sumba Timur dari PPKM level minor menjadi PPKM Level 4 sejak 26 Juli sampai 2 Agustus karena potensi penularan virus covid-19 cukup tinggi, sehingga masyarakat perlu dilindungi.

Ia meminta aparat yang dipercayakan untuk menegakkan aturan PPKM Level 4 juga jangan bertindak arogan tetapi harus melakukan pendekatan-pendekatan humanis kepada masyarakat.

 

Tertib Pakai Masker
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing mengingatkan masyarakat untuk makin tertib menggunakan masker selama berdagang terutama saat melayani pembeli agar menjaga diri masing-masing dari paparan covid-19.

“Jangan lepas-lepas masker lagi, agar kita sama-sama memutus mata rantai penularan covid-19 di Sumba Timur. Kita Sumba Timur masuk dalam kelompok daerah yang harus menerapkan PPKM Level IV, sehingga kita kesini (Pasar Matawai dan ruang publik lainnya) untuk memastikan penerapan protokol kesehatan benar-benar ketat dan tertib dilaksanakan oleh masyarakat,” jelasnya. (mg-10/mg-02/ari)

Leave a Comment