Pedagang Kue Keluhkan Naiknya Harga Minyak Goreng

Sinta Tapobali

Para pedagang gorengan dan kue yang tersebar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng.

“Sekarang minyak goreng mahal sekali. Yang ukuran 5 liter biasanya Rp 85 ribu, sekarang bahkan sudah hampir Rp 100 ribu,” keluh Andre, penjual gorengan di Oebufu.

Ia mengatakan harga minyak goreng saat ini mencapai Rp 20 ribu per liter, harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu setiap liter.

“Pembeli itu nggak mau tahu harga minyak itu naik atau tidak, jadi kalau saya naikkan harga gorengan pasti mereka pada protes, jadi saya kecilkan saja gorengannya agar saya tidak rugi,” jelas Agus.

Rahmawati, wanita paruh baya yang biasa berjualan kue di depan RS Siloam Kupang juga mengeluhkan hal serupa.

Ia mengurangi jenis kue yang ia jual dan bentuk kue diperkecil untuk menekan pengeluaran.

“Biasanya ada 9 sampai 11 macam kue dan gorengan yang saya jual. Tapi sekarang hanya jual 7 macam saja, biar sonde terlalu makan minyak,” ujar Rahmawati.

Yongki salah seorang pemilik rumah makan di Kelurahan Oebufu juga mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng.

Kenaikan tersebut menurutnya sangat memberatkan karena tentu saja menambah modal usaha warung yang dikelolanya selama bertahun-tahun ini.

Ia belum berani menaikkan harga makanan yang dijual, karena saat ini tingkat daya beli masyarakat masih rendah ditambah lagi semakin banyaknya rumah makan baru yang bermunculan.

Untuk mensiasati situasi ini, ia pun harus memilih membeli minyak goreng dengan harga yang paling murah. “Terpaksa beli yang paling murah, kalau mau beli minyak yang biasa saya beli, saya pasti rugi,” ujar Yongki.

Orpa Deku salah seorang ibu rumah tangga kepada VN mengatakan meski harga minyak goreng naik, namun karena kebutuhan maka tetap dibeli.

Baginya minyak merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh ibu rumah tangga. Untuk menghadapi keadaan ini, maka iapun harus lebih berhemat dalam menggunakan minyak untuk memasak.

“Su jadi kebutuhan jadi sonde bisa kalau sonde beli. Paling sekarang kalau bamasak ya minyak dikurangi jangan terlalu pakai banyak-banyak,” jelas Orpa. (bev/ol)

Leave a Comment